Batu Meteor Bima Habis Dijarah

Kamis, 06 Mei 2010
Liputan6.com, Bima: Benda langit yang jatuh ke bumi memang selalu menarik perhatian warga. Seperti halnya meteor yang jatuh di Bima, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Lubang meteor yang berwarna hitam gemerlap berbentuk segitiga dengan diameter 50 sentimeter, kini nyaris bersih dari warna kehitaman [baca: Meteor Jatuh di Bima].

Ke mana larinya batu meteor berwarna hitam itu Ternyata, benda luar angkasa itu ludes dijarah warga, entah sekadar ingin tahu atau untuk dikoleksi. Lubangnya pun turut melebar menjadi seluas dua meter akibat digali warga. Bagi warga yang tidak kebagian, mereka puas dengan memunguti batu koral di sekitar lokasi.

Batu meteor yang hilang tak bersisa menyebabkan identifikasi semakin sulit dilakukan. Alhasil, tim forensik Kepolisian Resor Kota Bima yang kelimpungan. Padahal, bisa saja kandungan kimia batu meteor itu membahayakan.(AST/ANS)


sumber

2012era.blogspot.com

LEDAKAN DIATAS PULAU BONE SETARA 3 BOM ATOM

Rabu, 11 November 2009
Probabilitas planet mini menubruk bumi, bukanlah sekedar plot dalam film layar lebar, sesuai siaran Metro TV yang ditayangkan situs You Tube, diduga sebuah planet mini pada 8 Oktober pagi meledak di angkasa Pulau Bone yang kekuatan ledakannya setara dengan 3 buah bom atom (Hiroshima).

Sesuai gambar yang ditayangkan Metro TV terlihat di angkasa sebuah bola api yang menyilaukan mata dan terbalut oleh benda berbentuk awan yang kemudian diiringi ledakan dahsyat, sejumlah murid-murid SD di Kecamatan Bone terperanjat bahkan ada yang sampai menangis.

Warga Bone mengatakan kepada Metro TV bahwa mereka melihat sebuah bola api besar meluncur dari langit, kemudian terjadi ledakan hebat dan akhirnya meninggalkan seberkas kabut asap di langit.

Majalah New Scientist berdasarkan laporan observasi NASA menyatakan, planet mini yang berdiameter 5 sampai 10 meter meledak di ketinggian 20 km di atas angkasa Sulawesi Selatan pada 8 Oktober lalu.

Data observasi itu menunjukkan, planet mini tersebut meluncur dengan kecepatan 45.000 meter per jam, bersamaan itu bergesekan dengan atmosfer bumi, kemudian meledak lantaran suhu panas yang melonjak dan melepaskan energi sekitar 50.000 ton bom TNT, setara dengan kekuatan 3 buah bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima-Jepang.

NASA berpendapat, ini semestinya adalah ledakan planet mini terbesar selama ada pencatatan.

Selain itu, laporan ilmuwan Universitas Western Ontario-Kanada menunjukkan, suara ledakan planet mini itu dapat didengar dari stasiun pendeteksi yang terletak 15.000 km jauhnya.

Sejumlah kalangan ilmuwan beranggapan punahnya dinosaurus yang pernah merajai bumi pada zaman dahulu kala lantaran ada planet mini atau komet yang menubruk bumi dan menimbulkan ledakan. Ledakan planet mini di angkasa Indonesia kali ini sekali lagi telah menimbulkan keresahan para ilmuwan yang khawatir kejadian hantaman planet mini barangkali bisa terulang lagi, apalagi kalau diameternya mencapai 20 hingga 30 meter, pasti akan membawa akibat menghancurkan bagi bumi dan umat manusia.

Menurut laporan NASA, kejadian ledakan planet mini seperti di atas angkasa negara kita ini, kira-kira akan terjadi sekali dalam setiap 2 hingga 12 tahun.

Itulah mengapa AS sedang merundingkan dan meneliti sebuah perencanaan, dimana melalui stasiun pendeteksi planet kecil dan program penelitian pendaratan di atas planet mini dan lain-lain, diharapkan dapat menemukan solusi proteksi yang lebih baik bagi bumi kita, agar terhindar dari benturan planet kecil yang bisa berakibat fatal.

Sumber

www.at2012.co.cc

2012 AKANKAH KIAMAT?


Barangkali dengan bakal diputarnya film besar Hollywood "2012" yang pertama pada 13 November dan seiring dengan maraknya siaran iklannya, di seluruh dunia telah bergejolak trend tentang 2012, baik di toko buku maupun di internet, yang paling banyak didiskusikan masyarakat ternyata adalah tema tragis tentang hari kiamat.

Manusia yang tidak peduli dengan tahun 2012 termasuk minoritas, karena bermuara dari respek terhadap alam dan sang Pencipta serta resah akan pengrusakan umat manusia terhadap alam lingkungannya.

Banyak orang mempercayai moderenisasi umat manusia tidak mungkin berlanjut terus tanpa henti seperti sekarang ini, terutama dari kalangan agama banyak membahas mengenai Pengadilan Besar dan Pemusnahan besar-besaran, semuanya meramalkan lantaran hati manusia telah berubah buruk maka umat manusia pada akhir zaman ini bisa menerima hukuman dari Sang Pencipta dan alam semesta yang pada akhirnya mendatangkan bencana pamungkas.

Maka di dalam diskusi para penggemar film, tahun 2012 semakin berwujud riil sedang memasuki kehidupan sehari-hari kita.

Ilmuwan memprediksi pada 2012 bakal terjadi badai matahari dahsyat yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga menimbulkan ancaman bagi seluruh departemen yang mengandalkan medan magnit dan tenaga listrik, padahal kejadian badai kecil di matahari pada hari Halloween 4 November 2003 telah membuat masyarakat merasakan kengeriannya.

Kala itu muncul sinar kutub yang sangat langka di Kalifornia - AS, telekomunikasi seluruh dunia mengalami gangguan, telepon satelit kelautan lumpuh, keakuratan GPS telah anjlok hingga di bawah 50 meter, 500.000 penduduk di Swedia tak memperoleh suplai aliran listrik.

Sesuai dengan kalender orang Maya, pada 21 Desember 2012 matahari akan bergerak ke arah pusat Bima Sakti, ini menandai saat terakhir sejarah umat manusia pada kehidupan kali ini. Kehidupan yang dapat bertahan melewati hari tersebut akan memulai suatu periode yang sama sekali baru.

Orang Maya yang memiliki peradaban iptek tingkat tinggi pada 1521 sekonyong-konyong menghilang secara misterius sebelum invasi orang Spanyol, hingga hari ini para ilmuwan tidak mampu menjelaskan dengan cara apakah mereka pergi dan mengapa harus pergi.

Orang Maya mampu membuat sebuah gambar pemandangan di balik bulan pada relief pintu kuil Dewa Bulan, sisi tersebut selamanya tidak pernah bisa dilihat oleh manusia dari bumi kecuali terbang memasuki antariksa, hal tersebut membuat para pakar antariksa moderen terheran-heran.

Yang berbeda dengan hari kiamat ramalan di masyarakat pada umumnya ialah orang Maya tidak menekankan bahwa hari tersebut adalah pemusnahan besar umat manusia melainkan menekankan bahwa ini adalah sebuah titik tolak baru. Pada 755, seorang pendeta Maya meramalkan: mulai dari 1992, terdapat 2 peristiwa besar: terbukanya kesadaran pemahaman alam semesta dari umat manusia dan pemurnian bumi serta kebangkitannya.

Penelitian terhadap apa yang telah terjadi pada 1992, hanya terdapat berita penting sebagai berikut: pada 13 Mei 1992 master Li Hongzhi pendiri Falun Gong di Chang Chun - China bagian utara menyebarkan Maha Hukum Alam Semesta yang berkultivasi dan berlatih "Sejati - Baik - Sabar".

Falun Gong percaya bahwa jiwa manusia dihasilkan dari alam semesta, adalah dari atas langit turun ke dunia manusia, apabila hendak kembali ke rumah sejatinya, maka manusia harus mencari ke dalam dirinya sendiri dengan berkultivasi (red.: menjadikan sesuatu menjadi lebih baik) dan menempa karakter.

Selain itu Falun Gong juga beranggapan, dewasa ini seluruh alam semesta telah melenceng dari karakter alam semesta, dibutuhkan pembersihan dan pembenahan atas segala unsur yang tidak lurus dan bumi dimurnikan terus hingga ke kondisi semula, keseluruhan proses itu diringkas "Pelurusan Fa (maha hukum alam semesta)".

Master Li Hongzhi yang belum lama ini memperoleh "Penghargaan pemimpin spiritual" tertinggi, pada 1998 pernah mengatakan kepada para muridnya, kiamat yang seperti dikatakan orang-orang adalah tidak eksis, namun manusia yang tidak menjadi orang baik tentu akan menghadapi bahaya. Falun Gong membimbing orang sesuai "Sejati - Baik - Sabar" untuk menjadi orang baik, justru sedang membantu masyarakat memilih masa depan yang Indah.

Sedangkan PKC (Partai Komunis China) menindas Falun Gong, mengubah hati manusia menjadi hati iblis, dimana moral publik semakin menurun, yang dihasilkan ialah bencana yang semakin banyak. Ketika manusia benar-benar mau melepaskan konsepnya dan menggunakan kebajikan hatinya mendengar dengan saksama tatkala para murid Falun Gong menyampaikan klarifikasi fakta, maka manusia ada harapan untuk dapat memasuki masa depan yang Indah. (WANG HUA/The Epoch Times/whs)

Sumber

www.at2012.c0.cc