Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Di Jepang, ada Jalan Raya yang membelah gedung bertingkat

Kamis, 05 Februari 2009
2012 Era: Hebat, Jalan Raya Yang Membelah Gedung Bertingkat



Jepang memang dikenal dengan segala kemajuan dan teknologinya. Karena perkembangan teknologi yang semakin pesat maka orang-orang pintar di Jepang terus memutar otak untuk membuat inovasi.


Kali ini inovasi dari bidang arsitek telah tertuang dan diwujudkan menjadi kenyataan. Sebuah konsep dan ide yang sangat luar biasa. Pembangunan jalan raya di tengah-tengah gedung perkantoran, di Osaka, Jepang.

Salah satu gedung perkantoran yang ada di bangun sebuah jalan raya. Pembangunan jalan raya bebas hambatan ini (highway) ini tepat ditengah gedung.

Dengan kata lain, jalan bebas hambatan tersebut berhasil membelah gedung ini. Luar biasa! Jalur bebas hambatan tersebut tapat berada di lantai 5 sampai 7 di dalam gedung. Seandainya hal serupa dapat terjadi di Jakarta. Sebagai salah satu solusi kemacetan jalan. Ya kita doakan saja...
Sumber
www.at2012.co.cc

Listrik Tenaga Gravitasi Hebohkan Pamekasan

Rabu, 04 Februari 2009
2012 era: Setelah pembangkit listrik Jodhipati buatan Djoko Suprapto, kini giliran pembangkit listrik tenaga gravitasi yang kini mulai membuat heboh. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bahkan memastikan akan membantu pengurusan paten penemuan energi listrik tenaga gravitasi oleh Djoko Pasiro (40) warga Kampung Pongkoran, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Pamekasan itu.

"Kami akan membantu mengurus semua kelengkapan administrasinya untuk mendapatkan hak paten atas temuan Pak Djoko ini," kata Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia Pemkab, Drs. Abd Razak Bahman, Selasa (3/2).

Bahkan, kata mantan Kabag Kesra itu, Pemkab juga akan menyediakan dana khusus dari APBD. Sebab penemuan energi listrik tenaga gravitasi Djoko Pasiro tersebut juga merupakan aset bagi pemerintah daerah dan warga Madura pada umumnya.

"Kalau dimanfaatkan secara optimal dengan modal yang cukup, saya yakin di Madura, khususnya di Pamekasan tidak akan pernah kekurangan energi listrik," katanya.

Dalam penemuannya, Djoko mengandalkan gravitasi bumi untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut murni berasal dari kekuatan alam dan tidak ada bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk menggerakkan mekanik penarik dinamo generator.

Menurut Abd Razak Bahman, temuan Djoko Pasiro tersebut, memang murni merupakan temuan teknologi canggih, bukan rekayasa sebagaimana pernah terjadi di daerah lain. Hal itu setelah Pemkab dan Bupati Pamekasan meninjau langsung ke rumah Djoko Pasiro, Senin (2/2).

"Dari hasil kunjungan itulah bupati lalu memerintahkan kami untuk menguruskan hak paten hasil kekayaan intelektual Pak Siro ini. Sekaligus dengan dananya. Sebab dia sendiri merasa kesulitan untuk mengurusnya," katanya.

Temuan energi listrik tenaga gravitasi yang spektakuler warga Kelurahan Gladak Anyar itu, kini sudah dimanfaatkan penerangan kebutuhan listrik di rumahnya dan tetangga sekitar Djoko Pasiro di Kampung Patemun. Terkait penemuannya itu, Djoko menyatakan kesiapannya diuji secara ilmiah.

Bahkan warga yang kesehariannya bekerja sebagai tukang servis elektronik itu juga mengaku pernah mempresentasikan penemuannya itu di Yogyakarta di sebuah lembaga penelitian teknologi. Bahkan ketika itu temuan Djoko tersebut sudah ditawar Rp5 miliar, tapi lulusan Sekolah Teknik Mesin (STM) Pamekasan itu menolak dengan alasan ingin mengembangkannya di Madura.

"Dengan uang sejumlah itu saya bisa membeli rumah baru dan fasilitas lainnya, tapi saya tetap merasa rugi. Sebab saya seolah tidak punya temuan, karena menjadi milik orang lain," terangnya.

Menurut Djoko Pasiro, temuan itu merupakan hasil penelitian yang ia lakukan selama puluhan tahun, sejak belajar di bangku sekolah.

"Saya bersedia menjelaskan secara ilmiah dan mempraktekkan ke publik nantinya apabila temuan saya sudah memiliki hak cipta," katanya menjelaskan.

Selain akan menguruskan hak patennya, Pemkab juga berjanji akan membantu Djoko untuk mencarikan investor nantinya.

"Kami berharap, kalaupun nanti sudah ada investor setelah ada hak paten, pengembangan lebih lanjut tetap di Pamekasan. Sehingga, kalau harus diproduksi masal, pabriknya harus di sini," kata Bupati Pamekasan Kholilurrahman.

Menurut Djoko Pasiro, pihaknya sudah menyiapkan tujuh tipe dari temuannya itu dan semuanya sudah dihitung secara ilmiah. Masing-masing tipe menunjukkan besarnya watt yang akan dihasilkan. Yakni antara 2.500 watt untuk hingga ribuan megawatt dengan biaya sekitar Rp 15 juta hingga ratusan juta rupiah bergantung pada tipe masing-masing.

"Kalau tipe yang menghasilkan 2.500 watt seperti yang sudah saya coba itu hanya Rp15 juta. Tapi kalo hingga tipe yang ribuan megawatt tentunya kisaran ratusan juta," terangnya.

http://2012era.blogspot.com

Penjelasan panjang mitos tentang planet nibiru [ planet X ]

2012 era : Oke temen-temen, sekarang kita akan membahas tuntas tentang Planet Nibiru yang dikenal juga dengan nama Planet X, yang harus disiapkan untuk membaca artikel ini adalah.... kopi, rokok, sarung, bantal, biar ga bete...hahahahaa...

Mitos Tentang Planet X (NIBIRU)
Apakah “Planet X” itu? Benarkah keberadaannya? Postinganku kali ini, kurangkum dari berbagai sumber, juga tersedia aneka link, buat kalian yang tertarik dengan perkembangan seputar Planet X, silakan menyelidikinya.

Latar belakang postinganku :
Sejak kecil, aku senang mengamati langit, pergi ke planetarium & belajar tentang konstalasi bintang. Aku percaya UFO (karena pernah lihat) dan yakin bahwa ada kehidupan di galaksi lain. Cuma, kita belum menemukannya. Atau, sudah..tapi ditutup-tutupi.
Saat membaca buku “Chariots of The Gods” karya Eric Von Daniken, aku makin yakin akan adanya kehidupan di galaksi lain.
Planet X merupakan satu mitos yang sekarang makin diseriusi para ilmuwan.
(Aku ingat, waktu kecil, sering berlama-lama di balkon rumah saat subuh, berharap bisa melihat Planet X atau Nibiru )

Menarik juga untuk disimak, korelasi Planet X dengan rangkaian katastrofi bencana alam, juga legenda Indian Maya tentang tahun 2012. Daripada penasaran, langsung aja kita masuk ke pokok bahasan. Selamat menyimak!!

Latar Belakang

Kalangan “orang dalam” di NASA, DoD (badan inteligensi militer), SETI maupun CIA sudah memprediksikan, kalau 2/3 dari penduduk planet bumi akan punah, ketika terjadi pergantian kutub, yang disebabkan kedatangan Planet X.
Sisa populasi yang bertahan hidup, terancam bahaya kelaparan dan radiasi elemen, dalam jangka waktu 6 bulan setelah kejadian ini.

Semua operasi rahasia menyadari kenyataan ini, dan sudah menyiapkan diri mereka. Konon, Vatikan juga mengetahui hal tersebut. Namun sayangnya, masyarakat luas dibiarkan begitu saja tanpa informasi, dibiarkan terlena dengan kehidupan sehari-hari, tanpa punya kesempatan untuk menyiapkan diri menghadapi bencana ini.

Ada apa sebenarnya?

Bocornya segelintir informasi dari kalangan “orang dalam” dan para pengamat, membuat publik mulai tertarik akan hal ini.
Kenapa bencana ini begitu dirahasiakan dari masyarakat luas? Jika sampai membuat kegemparan global, maka akan mempengaruhi pasar uang serta mengakibatkan lumpuhnya perekonomian dunia.

Seharusnya masyarakat luas diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri. Mudah-mudahan, setelah membaca ini, kita bisa semakin waspada ya!

Oke..saat ini, kalau kita jeli mengamati perkembangan bencana alam, jumlah kejadian bencana alam semakin banyak. (Lihat postinganku soal “2012 menurut Legenda Indian Maya”), ini diakibatkan koneksi plasmatic elektromagnetis antar planet.
Sudah pernah dengar dong, kalau matahari KONON memiliki kembaran yang gelap (versi gelapnya matahari). Nah, disitulah lokasi mengorbitnya Planet X. Tepat diantara matahari dan kembarannya.
Catatan : kembaran matahari tidak terlihat dengan mata kita.
Tapi, para ilmuwan sudah menemukannya. Dalam “Illustrated Science & Invention Encyclopedia” volume ke 18, terbitan tahun 1987-1989, sudah dicantumkan soal keberadaan kembaran matahari ini.

lanjutannya...

Sekelompok ilmuwan Rusia mengadakan rangkaian pertemuan di tahun 2000, untuk mendiskusikan planet X. Hal ini menjadi sumber berita Reuter dengan headline “Kejadian di tahun 2003” (diterbitkan Kantor Berita Reuter, edisi 13 September 2000)
Inti pertemuan tersebut adalah mengenai musibah kedatangan Planet X, yang keberadaannya sudah di monitor dari observatori Rusia. Para ilmuwan bertanya-tanya, jika ini terjadi, akankah Rusia masih tetap ada?

Ilmuwan Andrei Shukshin menyatakan, dalam pertemuan ini juga dibahas tentang pengurangan jumlah penduduk global secara besar-besaran, akibat peristiwa ini.
Yang pasti, Planet X memang ada dan mengorbit. Tapi, akankah bertabrakan dengan bumi? Ini yang masih dipelajari.
Di Observatori St.Petersburg Rusia, pengamatan seputar Planet X berlangsung intensif. Ilmuwan disana menamai planet ini dengan sebutan “Raja Sun” atau “Bintang Yang Besar”.

Tak banyak ilmuwan yang bersedia membagi informasi soal planet ini, karena kekhawatiran akan menimbulkan kepanikan global. Dan banyak pegawai NASA yang diam-diam membuat “home dome” yaitu rumah khusus, dengan konstruksi khusus, yang bersifat tahan topan badai, tahan gempa dan angin tornado. “Home dome” harus dibangun di area perbukitan, jauh dari pantai.

Bagi yang tertarik, bisa melihat model “home dome” dan cara pembuatannya di sini :

http://www.networkearth.org/naturalbuilding/honey.html

http://www.calearth.org/photogal.htm

http://www.deatech.com/natural/dealy/freebldg/

http://www.terra-dome.com/index.html

http://paisite.com/sunlife/index.htm

http://www.domesnorthwest.com

http://www.aidomes.com/

http://www.monolithicdome.com/

http://nepanewsletter.com/groupshelter

http://www.domedr.com

Mereka yang punya akses informasi, sudah menyiapkan diri. Dan mayoritas yang samasekali nggak paham soal ini, go with the flow saja.
Planet X juga dikenal dengan nama Nibiru, atau disebut “Wormwood”, merupakan benda angkasa luar yang paling sering disebut sejak jaman kuno.
Setelah mengorbit selama 3600 tahun, planet ke 10 ini akan datang lagi.

Dampak kedatangan Planet X terhadap bumi, sudah dicatat nenek moyang kita ribuan tahun lalu. Ilmu Geologi dan Arkeologi juga mencantumkannya.

Pernyataan Malachi Martin

Bapa Malachi Martin bekerja di lingkup eselon tertinggi Gereja Katolik. Beliau memiliki akses ke Paus langusng, dan memiliki 3 gelar doktorat, salah satunya dari Oxford. Malachi menjelaskan di tahun 1997, bahwa selama 5-10 tahun kedepan, sebuah planet akan menghampiri bumi dan mengakibatkan jutaan orang binasa.
Malachi menghimbau agar kita senantiasa mengamati langit untuk melihat tanda-tandanya. Konon, tanda tersebut berbentuk palang .
Dinamakan Planet X, karena saat muncul di langit, bentuknya seperti silang/palang berwarna merah.
Malachi sudah membaca “Rahasia Ketiga Fatima”, dan tak ingin membicarakannya dengan siapapun. Ia hanya berkata “Yang terjadi adalah yang terburuk dari apa yang bisa kau bayangkan”.

Pernyataan Bapa Malachi tentu bukan omong kosong, mengingat beliau merupakan cendekiawan terpelajar.
Saat ini, Vatican memiliki teleskop sendiri, yang diberi nama VATT (Vatican Advanced Technology Telescope) yang terletak di Observatorium Mt.Graham, Arizona.
Ini dia websitenya :

http://clavius.as.arizona.edu/vo/vatt.html

http://medusa.as.arizona.edu/graham/graham.html

Bapa Malachi meninggal tahun 1999. Banyak yang menduga, beliau meninggal akibat konspirasi, karena terlalu blak-blakan bicara soal “Rahasia Fatima yang Ketiga” serta mengenai Planet X.

Simpang Siur Planet X
Untuk mencegah kepanikan soal Planet X, banyak observatorium yang kini “tiba-tiba” tertutup untuk umum. Petugas observatorium bahkan tak mau mengarahkan teleskop ke konstalasi bintang Orion. Banyak alasan dibuat, supaya orang tak mempercayai kenyataan ini. Kenyataan tentang Planet X.
Adler Planetarium & Astronomy Museum in Chicago maupun Hayden Planetarium di Rose Center for Earth and Space, New York seringkali tertutup untuk umum, dengan berbagai alasan. Juga di banyak negara.

Planet X memang sengaja dibuat seperti mitos konyol, omong kosong yang membingungkan. Kenapa? Supaya tak terjadi kepanikan massal.
Banyak situs di internet yang mengabarkan informasi palsu seputar Planet X.
Berikut, beberapa informasi yang KELIRU soal Planet X :

1. Planet X bisa jadi tak pernah ada, karena tak ada bukti kuat tentang keberadaannya. Kalaupun ada, munculnya pasti hanya sekali dalam sekian juta tahun. (Ini jenis informasi yang paling banyak kita jumpai)

2. Planet X memang ada, tapi tak akan muncul di era (jaman) kita.

3. (Tersebar di kalangan ilmuwan & observatorium) Planet X memang ada, dan akan menghampiri bumi. Tenang saja, jangan panik, karena itu hanya kejadian biasa. Tidak akan ada bencana.

Fakta Planet X

Massa Planet X begitu besar, dengan kutub magnetis yang memiliki kadar plasma tinggi dan pancaran energi yang begitu dahsyat, PASTI mengakibatkan kerusakan hebat pada planet yang dilewatinya.
Biasanya beberapa tahun sebelum kedatangan planet X,gelombang elektromagnetik Planet X mengakibatkan perubahan-perubahan besar pada planet yang akan dilewatinya.

Ini bisa dilihat pada perubahan iklim dahsyat yang melanda Planet Bumi.
Aktivitas gempa dan vulkanis mengalami perubahan 3 hingga 4 dekade sebelum kedatangan Planet X.
Sejak tahun 1996, perubahan cuaca di Bumi mencatat rekor tertinggi. Berbagai bencana alam, mulai dari gempa, aktivitas vulkanik dan perubahan elektromagnetis begitu tajam peningkatannya, namun datanya selalu “diperhalus” untuk masyarakat luas..

kali ini tentang kaitan Planet X dengan Global Warming...

Pemanasan Global?

Masuk akal, kalau perubahan cuaca dibilang sebagai akibat dari pemanasan global. Tapi, apakah perubahan pada siklus matahari juga akibat pemanasan global? Sama sekali tak ada kaitannya!

99% tata surya kita terbuat dari konsentrasi plasma hingga ke level atomic. Planet adalah plasma yang memiliki kepadatan tertentu. Kembalinya Planet X ke system solar kita mengakibatkan perubahan konsentrasi elektrikal pada energi plasma di SEMUA planet yang ada, di tata surya kita.

Menurut pandangan ilmuwan Rusia, perubahan aktivitas vulkanik dan gempa meningkat sebanyak 400 sampai 500 persen sejak tahun 1975. Perubahan ini tidak hanya terjadi di bumi saja, tapi juga pada semua planet. Setiap planet di tata surya kita mengalami peningkatan aktivitas dan perubahan cuaca. Banyak fakta yang tidak diterbitkan oleh media. Dr.Dmitriev menyatakan bahwa planet-planet lain juga mengalami perubahan. Contohnya : atmosfir di Mars kini semakin tebal, begitu juga di Bulan. Kini ada lapisan Natrium setebal 6000 kilometer yang sebelumnya tak pernah ada.

Lapisan atas atmosfir bumi juga mengalami perubahan kadar HO. Hal yang samasekali tak ada hubungannya dengan pemanasan global, dampak CFC ataupun akibat polusi.
Bukan itu saja, medan magnetik planet-planet juga mengalami perubahan. Beberapa planet bertambah terang. Venus contohnya, terlihat semakin terang bercahaya. Jupiter bahkan memiliki radiasi energi yang berbentuk seperti tabung yang terhubung dengan bulannya.

Uranus dan Neptunus baru saja mengalami perubahan kutub. Saat pesawat Voyager 2 melintasi Uranus dan Neptunus, perubahan kutub terjadi di bagian Utara dan Selatan Planet.

Rangkaian perubahan yang terjadi di tata surya kita, dapat dibagi dalam 3 kategori :
1. perubahan medan energi
2. perubahan pijar
3. perubahan atmosfir

Pada periode tahun 1963 hingga 1993, jumlah peristiwa bencana alam meningkat 410 persen. Dan bencana-bencana terdahsyat terjadi 9 tahun belakangan.
Dr.Dmitriev menemukan bahwa medan magnetic matahari meningkat 230 persen sejak tahun 1901.

Jadi, yang mengalami perubahan bukan hanya planet Bumi. Hanya sedikit kalangan yang menyadari fakta ini. Di Akademi Sains Nasional Siberia, Rusia, khususnya di Novosibirsk, berlangsung penelitian terhadap matahari. Dan Dr.Dmitriev dengan takjub mengemukakan bahwa, matahari bertambah terang 1000 persen dibanding sebelumnya, dan masih terus bertambah terang.

Melihat Planet X

Hanya teleskop terbesar (yang dijaga ketat) bisa digunakan untuk melihat Planet X. Sejumlah observatorium kecil di dunia mencatat keberhasilan melihat Planet X di awal tahun 2001.

Dr.Harrington, rekan sejawat dari Ilmuwan dan arkeolog Zecharia Sitchin, yang pertama meyakini keberadaan NIBIRU atau Planet X berdasarkan catatan kuno orang Sumeria, meninggal mendadak akibat kecelakaan. Diduga ini disebabkan keberanian Harrington mengekspos penemuan planet ke 10 yang dikenal dengan nama Planet X ini, guna melengkapi teori Sitchin.

Sejak peristiwa ini, para ilmuwan memilih tutup mulut dan tak mau bicara banyak soal Planet X dan aktivitasnya.
Saat Zecharia Sitchin menerbitkan buku yang didasari tulisan terjemahan bangsa Sumeria Kuno, Sitchin menyatakan ada 12 planet di tata surya kita. Saat buku diterbitkan (tahun 1970an), Teori Sitchin ditertawakan. Tapi, saat satu persatu temuan ilmuwan membuktikan bahwa Teori Sitchin benar…, statement Sitchin mulai diawasi ketat.

Dalam bukunya, “The 12th Planet”, Sitchin menulis tentang legenda “Komet Kiamat” atau “Nemesis” yang muncul secara periodic dan menciptakan kehancuran.

Zaman Es

Ingatkah pelajaran di Sekolah Menengah tentang Zaman es? Kisah ini merupakan petunjuk bahwa Planet Bumi senantiasa mengalami perubahan periodic. Dan yang dimaksud bukan hanya perubahan kutub saja. Ingat fosil gajah mammoth beku yang ditemukan di Kutub? Saat diteliti, dalam lambungnya masih ada tanaman tropis yang baru saja dimakan. Ini membuktikan, mammoth tersebut membeku dalam sekejap! Istilah zaman es bukan berarti perubahan yang bertahap, tapi instant.
Ingat film “The Day After Tommorow”? Kira-kira secepat itulah pergerakan esnya! Dan ini terjadi setiap kali Planet X mendekat.

Zaman Es Akan Terulang Lagi

Teman-teman, baca tulisanku ini dengan seksama. Ambil segelas minuman, dan baca dengan teliti…Ini SERIUS. Ini bukan bacaan sambil lewat. Kita sedang menjelang zaman es, bukan pemanasan global. Sebab :

1. Kita bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi.

2. 17.000 orang imuwan menandatangani petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukanlah penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya gempa dan aktivitas vulkanik.

3. Selama ini kita belajar di sekolah bahwa Zaman Es hanya terjadi sekali dalam sejarah. Tapi, nyatanya, Zaman es terjadi beberapa ratus kali.

4. Matahari bersifat elektromagnetis. Inilah yang mengakibatkan timbulnya bintik matahari, yang terus bertambah. Bumi juga bersifat elektromagnetik. Pada waktu-waktu tertentu, kutub magnetic akan berubah. Dan perubahan ini diakibatkan perubahan pada tata surya kita.

5. Di masa lalu, saat perubahan kutub terjadi, dibarengi juga dengan aktivitas vulkanik, gempa, zaman es dan kepunahan. Terjadi secara serentak. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Bayangkan, dalam satu malam, suhu bisa turun 20 derajat!

6. Zaman es berulang secara periodik setiap 11.500 tahun.

7. Satu inci hujan menghasilkan 10 inci salju. Di tahun 2007 ini, Colorado tertutup salju setinggi 30 kaki dalam satu kali badai saja. Baca kisahnya di www.iceagenow.com/Record_Lows_2007.htm

8. Saat ini, Kutub Artik memiliki suhu yang cukup dingin untuk mengakibatkan Zaman Es. Yang dibutuhkan Cuma tambahan kelembaban sedikit saja, untuk menghasilkan lebih banyak salju. Saat ini dengan meningkatnya temperatur air laut akibat pergerakan vulkanik, kelembaban semakin meningkat di Kutub Artik.

9. Untuk melihat daftar Glasir (glacier) yang mulai terbentuk saat ini, lihat situs www.iceagenow.com

10. Film “An Inconvenient Truth"-nya Al Gore menyesatkan banyak orang. Informasi yang benar dalam film tersebut hanya soal semakin meningkatkan temperature air laut akan memicu kemunculan Zaman Es dalam waktu sekejap.

Kenapa Ini Sangat Penting?

Meski kita nggak tinggal di kawasan yang akan tertutup lapisan es setinggi ratusan atau ribuan kaki, kita tetap harus menyiapkan diri.
Dalam bukunya “Not by Fire, but by Ice” karya arsitek bernama Robert Felix, disebutkan tentang perubahan kutub dan berbagai bencana alam yang akan menyertainya.
Persediaan makanan di seluruh dunia akan habis selama beberapa tahun. Pertanian tak mungkin dilakukan, karena kekacauan iklim.

Untuk info lengkap soal ini, linknya :
www.iceagenow.com

Sumeria dan Planet X

Tulisan kuno bangsa Sumeria sejak 6000 tahun lalu mencantumkan Planet Nibiru sebagai bagian dari system solar kita. Nibiru berarti “planet yang bersilangan”.
Deskripsi Nibiru sama persis dengan Planet X (Planet Ke Sepuluh).
Menurut catatan astronomi kuno yang dicocokkan dengan pengetahuan modern : Planet X memiliki orbit eliptik seperti komet, dengan perjalanan melampaui orbit Pluto.

Kalkulasi Observatorium

Dr. Thomas C. Van Flandern, astronom dan ilmuwan dari Oberservatorium Naval Amerika mengatakan, perubahan kutub di Uranus dan Neptunus, terjadi akibat sebuah planet. Bersama rekannya, Dr. Richard Harrington, ia membuat kalkulasi tentang sebuah planet (urutan ke 10 di system tata surya kita) dengan ukuran 2-3 kali lebih besar dari bumi, serta memiliki tingkat orbit eliptikal yang tinggi.

Penemuan ini melengkapi teori Sitchin, bahwa letak planet X dekat dari Bumi. Pada tahun 1982, NASA mengeluarkan statement tentang keberadaan Planet X. Namun sekarang, NASA menolak berkomentar sama sekali.

Jika Planet X Mendekat

Setiap kali Planet X mendekat, berbagai perubahan drastic terjadi di Bumi. Perubahan ini mengakibatkan kerusakan besar dan kepunahan. Sejarah mengisahkan peristiwa-peristiwa ini. Monumen peninggalan peradaban lampau menjadi saksi kejadian tersebut.

Sebut saja, Legenda Atlantis, Lemuria, Indian Maya dan perabadan lainnya, yang hanyut terbenam lautan atau punah sekejap, terjadi akibat kedatangan Planet X. Sisa-sisa kebudayaan mereka bisa kita temui di Florida, Jepang dan kawasan Mediterania.

Semakin dekat Planet X dari bumi, semakin kuat daya magnetic dan gravitasinya. Ini bisa kita rasakan setiap hari. Semakin dekat planet X dengan kita, semakin cepat laju pergerakannya. Berbagai bencana dahsyat yang susul menyusul terjadi di berbagai negara hanyalah awal kecil dari apa sesungguhnya akan terjadi.

kehidupan di Planet X (NIBIRU)
Penghuni NIBIRU

Keep an open mind ya..ini dari tulisan orang Sumeria.

Tulisan kuno bangsa Sumeria mencatat beberapa hal menarik yang juga diyakini banyak kepercayaan, yaitu : penciptaan, adanya Taman Eden/Firdaus dan banjir besar yang menutupi seluruh permukaan bumi (Mirip kisah Nabi Nuh).

Tapi, bangsa Sumeria juga mencatat tentang kedatangan Bangsa Anunnaki dari Planet Nibiru, yang menciptakan “manusia” dengan cara mengambil DNA mereka & mencampurkannya dengan DNA mahluk bumi (saat itu adalah manusia gua/Neanderthal).

Dalam bahasa Sumeria, Anunnaki berarti “mereka yang ke bumi, turun dari langit”.
Anunnaki digambarkan sebagai bangsa yang modern, dan telah menciptakan berbagai monument penting di Bumi, Bulan dan Mars, serta planet-planet padat lain dalam galaksi kita.

Kenapa Anunnaki menciptakan manusia?
Untuk dijadikan budak/pembantu mereka, yang membantu dalam aktivitas pertambangan berbagai mineral, salah satunya yaitu emas. Hingga hari ini, emas merupakan logam mulia dengan nilai tinggi. Fakta ini juga tercantum dalam tulisan kuno bangsa Sumeria.
Perlu diingat, siklus mendekatnya Nibiru menurut catatan Sumeria adalah setiap 3600 tahun sekali.

Yang menarik, beberapa fakta soal ini :
1. Lokasi “Taman Eden” dalam kisah Adam & Hawa disinyalir berada di kawasan Mesopotamia (kini Irak).
2. Saat ke Bumi, Anunnaki mendarat di Mesopotamia (kini Irak).
3. KONON, serbuan Amerika ke Irak sebetulnya adalah untuk menemukan lokasi Gerbang Bintang (STAR GATE) milik para Anunnaki yang diyakini berada di Mesopotamia (kini IRAK).
STAR GATE ini merupakan semacam portal milik Anunnaki untuk datang dan melihat peradaban kita.

Karena memiliki teknologi canggih, dan menciptakan manusia, maka Anunnaki diposisikan sebagai dewa oleh orang Sumeria.
Setelah beberapa saat hidup di Planet Bumi, Anunnaki pun pergi, dan berjanji KELAK akan kembali.
Kemanakah mereka? Mengeksplorasi kehidupan lain? Menciptakan peradaban baru?

2012, Apa yang Akan terjadi?

Apakah Planet X akan melewati bumi dan kembali membawa kita masuk Zaman Es?
Atau, para Anunnaki akan kembali? Berbagai keyakinan tentang adanya“MESSIAH” jika diurut kebelakang, berkaitan dengan janji Anunnaki bahwa mereka kelak akan kembali.

Kalaupun kembali, maka kembali sebagai apa? Sebagai teman atau musuh?
Apakah mereka masih menganggap kita sebagai budaknya?
Mungkinkah akan terjadi perang antara kita, warga Bumi dengan Anunnaki?

Presiden Amerika Ronald Reagan pernah menyinggung soal ancaman dari luar angkasa dalam salah satu pidatonya. Reagan juga mengusulkan dibentuknya system persenjataan berbasis luar angkasa (STAR WARS).
Mungkinkah saat itu sudah ada kontak dengan mahluk luar angkasa?

Dan, bukan hanya para Anunnaki saja yang ada di luar angkasa. Berbagai bangsa alien yang berperadaban tinggi juga diyakini berdiam di galaksi kita.
Tapi, karena kita ngomongin Planet X (Nibiru), maka focus kita adalah Anunnaki.

Masih mengupas para Anunnaki, yaitu penghuni NIBIRU

Fisik Anunnaki

Bandingkan manusia gua (Neanderthal) dengan manusia modern. Di mana bedanya secara fisik?
Banyak sekali. Manusia modern (kita) memiliki fisik yang lebih estetik (indah) dan halus dibandingkan manusia gua.

Dan itu hasil perpaduan DNA Anunnaki dengan kita.
Bangsa Anunnaki sendiri memiliki ciri-ciri fisik :

- Tinggi rata-rata 7-8 kaki (3 meter)
- Kulit putih
- Rambut pirang atau merah, mata biru

Makanya kulit putih sejak jaman dulu identik dengan “kasta lebih tinggi” atau “dianggap lebih estetik”, karena masih menganut standar patokan Anunnaki.

Bangsa Kaukasia (kulit putih-pirang-mata biru) memiliki paling banyak ciri-ciri fisik Anunnaki. Ini bisa dilihat dari golongan darah mereka, yaitu Rhesus negative.
Kapan-kapan kubahas ya soal golongan darah! Menarik banget! Karena rhesus negative, bukan berasal dari DNA kita. Tapi, dari Anunnaki (alien).

Teori Zechariah Sitchin
Sitchin adalah penulis dari enam buku dalam serial Chronicles Earth, ditambah dengan sebuah buku panduan:

- The 12th Planet.
- The Stairway to Heaven.
- The Wars of Gods and Men.
- The Lost Realms.
- When Time Began.
- The Cosmic Code.
- Genesis Revisited (buku panduan).

Apakah sebenarnya isi dari teori Mr. Sitchin? Pada dasarnya adalah:
Selain dari sebelas planet yang kita kenal, masih ada satu planet lagi dalam sistem tata surya kita, planet ini dinamakan Nibiru. Planet ini mempunyai orbit yang aneh, sehingga diperlukan waktu 3600 tahun untuk mengelilingi sabuk asteroid-nya. Kehidupan berkembang di planet ini.

Sebenarnya, diantara Mars dan Venus tidak hanya ada Bumi dan Bulan. Namun dulu ada satu planet yang mengorbit di tempat yang kita kenal sekarang dengan sabuk asteroid. Sitchin menyebut planet ini sebagai Tiamat.

Ada satu orbit yang sangat penting yang disebut Nibiru, planet ini bergerak terlalu dekat dengan Tiamat, dan bulan planet Nibiru bertabrakan dengan planet Tiamat, sehingga membuat keretakan di planet Tiamat. Pada perputaran orbit selanjutnya, planet Nibiru atau mungkin bulannya bertabrakan dengan planet Tiamat lagi, sehingga planet Nibiru tersebut terpecah menjadi banyak bagian-bagian yang kecil dan juga dua bagian yang besar. Bagian yang kecil-kecil menjadi sabuk asteroid, dan dua bagian besar lainnya menjadi bumi dan bulan. Dan pada titik ini benih kehidupan dari planet Nibiru terdapat di bumi.

450.000 tahun yang lalu, atmosfir dari planet Nibiru mulai terkikis. Seorang yang bernama Enki, anak dari penguasa Nibirian yang bernama Anu, datang ke bumi untuk menambang emas, yang dapat digunakan untuk menyelamatkan atmosfir Nibiru yang menghilang.

380.000 tahun yang lalu, terjadi perang antara dua golongan Nibirian di bumi yang saling bermusuhan. Kelompok yang dipimpin oleh anak dari Anu yang bernama Enlil yang memenangkan perang tersebut.

300.000 tahun yang lalu, Nibirian yang juga disebut “Annunaki” merasa lelah karena bekerja di pertambangan dan mulai memberontak. Pemimpin dari Annunaki yang bernama Enki dan Ninhursag kemudian membawa kera primitif wanita asli ke bumi dan dengan manipulasi genetika mereka menciptakan manusia untuk mengambil alih tugas dari pekerja pertambangan. Kemudian manusia mulai berkembang biak di bumi.

100.000 tahun yang lalu, beberapa dari orang Annunaki mulai menikah dengan wanita bumi. Beberapa orang Annunaki tersebut adalah Nefilim yang disebutkan di Alkitab.

Pertentangan terjadi dalam Annunaki menyangkut masalah masa depan manusia. Enlil memutuskan bahwa manusia harus dimusnahkan, tetapi Enki dan Ninhursag tidak setuju dengan keputusan tersebut.

13.000 tahun yang lalu, Annunaki mengetahui bahwa perjalanan Nibiru yang dekat berikutnya akan menyebabkan gelombang pasang yang hebat di bumi. Enlil bersumpah akan merahasiakan hal ini, dia melihat hal ini sebagai kesempatan untuk memusnahkan umat manusia.

11.000 tahun yang lalu – tepat pada waktunya – Enki memerintahkan manusia yang bernama Utnapishtim (Nuh) untuk membuat sebuah kapal (bahtera), untuk menyelamatkan beberapa manusia yang sudah dipilih.

Lebih dari 9000 tahun kemudian, Annunaki membimbing manusia memasuki permulaan peradaban, sementara perang terjadi diantara Annunaki sendiri. Mereka menyiapkan kapal induk untuk menguasai umat manusia dan sebagai perantara antara mereka sendiri dengan manusia.

Setiap 3600 tahun sekali, ketika Nibiru melakukan transit secara teratur ke dalam sistem tata surya kita, sekali lagi kita mempunyai hubungan dengan Annunaki.

Planet X pertama kali dikemukakan Percival Lowell tahun 1902 sebagai planet hipotetik yang gravitasinya sanggup menyimpangkan (sedikit) pergerakan Neptunus dan Uranus dari lintasan idealnya. Planet X merupakan kelanjutan hipotesis John Couch Adams dan Urbain LeVerrier setengah abad sebelumnya, yang bekerja sendiri2 namun sama2 menyimpulkan adanya planet tak dikenal yang mengganggu orbit Uranus, yang berujung mengagumkan dengan penemuan Neptunus oleh Galle dan d’Arrest lewat mata tajam teleskop observatorium Berlin pada tahun 1846.

Terinspirasi sukses ini, setelah menganalisis penyimpangan gerak Merkurius serta Uranus dan Neptunus, Le Verrier meramalkan sedikitnya ada 2 planet lain yang masih “bersembunyi”, menunggu ditemukan. Yang pertama disebut planet transneptunik, yakni planet cukup massif yang letaknya lebih jauh dibanding Neptunus. Yang kedua adalah Vulkan, planet massif yang lebih dekat ke Matahari dibanding Merkurius.

Untuk planet trans neptunik, segera muncul ratusan proposal yang masing2 mencoba memprediksi lokasi planet tak dikenal itu. Dua yang populer diusulkan Lowell dan Pickering. Lowell dengan “Planet X” nya, sementara Pickering dengan tujuh planet hipotetiktrans-Neptuniknya, yang masing2 diberi nama planet O, P, Q, R, S, T dan U. Menariknya sifat2 Planet O hampir mirip dengan Planet X-nya Lowell. Cerita lengkap soal ini bisa anda baca di situs The Nine Planets pada artikel “Hypotethical Planets”. Singkatnya, dari saat Clyde W Tombaugh menemukan Pluto (1930) sampai Jewit dkk. menemukan asteroid transneptunik 1992 QB 1 (1992) tak ada satupun benda langit yang dapat dijadikan kandidat Planet X.

Pluto sendiri cukup mengecewakan, mengingat massanya “hanya” 1/400 massa Bumi, jauh dari cukup untuk menjadi Planet X / Planet O yang massanya diestimasikan sebesar 2 - 6 massa Bumi. Justru di kawasan yang semula diduga menjadi habitat Planet X ini ternyata menjadi tempat bercokolnya 1 - 10 milyar asteroid transneptunik yang membentuk cakram raksasa bernama Sabuk Kuiper, dengan dinamika dikontrol oleh kombinasi gravitasi Jupiter - Saturnus - Uranus - Neptunus. Asteroid-asteroid ini baru ditemukan sejak 1992 silam meski keberadannya sudah diramalkan Gerald P. Kuiper setengah abad sebelumnya. Lantas bagaimana dengan penyimpangan orbit Uranus dan Neptunus ?

Hal ini diuji secara tak langsung oleh Voyager 2 ketika mengukur ulang massa planet Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus dengan akurasi sangat tinggi dalam Grand Tour 1979 - 1989. Ketika hasil pengukuran Voyager ini dimasukkan dalam hitungan Le Verrier, ternyata penyimpangan itu menghilang! Disini jelas bahwa ide akan Planet X dibangun dari deviasi standar statistika hasil pengukuran astronomi abad ke-19 yang tentu saja tingkat ketelitiannya tidak setinggi pengukuran saat ini. Mengenai Vulkan, problem itu sudah terjawab di tahun1916 ketika Einstein mengapungkan teori relativitas umum-nya yang menggemparkan. Menurut Einstein, salah satu konsekuensi dari membengkoknya ruang waktu disekitar benda massif seperti Matahari adalah terjadinya pergeseran permanen (presesi) terhadap titik perihelion Merkurius, yang mencapai 43 detik busur per abad. Presesi perihelion inilah yang teramati oleh Le Verrier, jauh hari sebelum Einstein lahir.

Nibiru, menurut Landsberger dan K. Wilson merupakan titik tetap di langit atau bintang kutub. Zecharia Stichtin dan Burak Eldem, mengklaim Nibiru adalah catatan kuno Sumeria mengenai planet tak dikenal. Pada http://xfacts.com/Nibiru disebutkan sebagai planet tempat berdiamnya Annunaki (dewanya orang Sumeria) yang mengorbit Matahari kita dalam 3.600 tahun. Namun klaim Stichtin tidak didukung fakta ilmiah astronomi dan arkeologi. Apalagi jika kemudian Nibiru dikait-kaitkan dengan Planet X.

Pertama, dikatakan planet Nibiru memiliki massa 100 kali massa Bumi kita, dengan diameter - merujuk pada grafis - menyamai Saturnus atau sebesar 120.000 km (sebagai pembanding, diameter Bumi kita “hanya” 12.756 km alias seper sepuluhnya saja). Bila kita anggap Nibiru berbentuk bulat, kita bisa memperkirakan densitasnya yang ternyata sebesar 0,66 gram/cc, alias lebih ringandari air (!). Adakah benda langit yang densitasnya mirip2 Nibiru ? Ada, malah banyak ! Asteroid-asteroid transneptunik penghuni Sabuk Kuiper dan kometisimal2 ‘penduduk’ Awan Komet Oort juga memiliki densitas kurang dari 1 gram/cc. Analisis spektroskopi menunjukkan hal ini disebabkan oleh komposisi penyusun benda2 langit itu didominasi oleh materi-materi ringan seperti senyawa karbon dan debu-debu silikat berselubung es, dengan permukaan gelap dan memadat akibat terjangan radiasi sinar kosmis.

Dengan permukaan yang menggelap dan memadat akibat tekanan radiasi sinar kosmis, bisa saja kita katakan Nibiru sulit dideteksi. Namun harus diingat, diameter sebuah benda langit berhubungan erat dengan magnitude-nya dan nanti akan kita lihat betapa klaim “Nibiru yang redup” ini tidak memiliki basis argumen. Yang melemahkan adalah diameternya. Dengan jarak rata2 235 - 1 = 234 AU atau 35,1 milyar km dari Bumi kita, benda langit yang diameternya 120.000 km itu seharusnya nampak sebagai titik cahaya dengan diameter 0,0034 mili radian atau 0,7 detik busur. Mata manusia (tanpa alat optik) memang takkan bisa melihat titik cahaya ini, mengingat batas resolusinya adalah 0,15 mili radian atau 31 detik busur. Namun dengan teleskop sederhana pun sebenarnya titik cahaya ini sudah nampak. Jika kita murni bertumpu pada kriteria Rayleigh, maka teleskop dengan lensa/cermin berdiameter minimal 30 cm yang bekerja pada spektrum panjang gelombang 7.000 Angstrom sudah cukup mudah mendeteksi titik cahaya ini, apalagi teleskop2 raksasa yang ada di Hawaii, Gunung Wilson maupun HST.

Sebagai pembanding, Pluto saja (diameter 2.274 km), yang dari Bumi nampak sebagai titik cahaya berdiameter 0,0004 miliradian alias 1/10 diameter titik cahaya Nibiru, sudah muncul dalam potret2 yang dibuat Lowell dari observatorium pribadinya di Flagstaff pada 1915, meski baru bisa diidentifikasi Tombaugh 12 tahun kemudian. Pluto nampak sebagai titik cahaya dengan magnitude +15. Logikanya, jika teknologi 1915 - 1930 saja sudah mampu membidik Pluto, tentunya untuk melacak Nibiru bukan persoalan sulit, kalo planet ini memang ada. Apalagi bisa diestimasikan Nibiru lebih cemerlang (magnitude-nya lebih kecil) dari Pluto karena diameternya jauh lebih besar.

Kedua, dikatakan gerakan planet Nibiru menuju ke tata surya bagian dalam. Jika dilihat grafis perbandingan orbit planet2 dan planet X, terkesan orbit Planet X/Nibiru berbentuk sangat lonjong alias memiliki eksentrisitas besar. Kita tahu bahwa orbit semacam ini adalah ciri khas orbit komet, dan kita juga sudah tahu dari jarak orbitnya Nibiru berada di region Awan Komet Oort, sumber komet2 berperiode panjang (> 200 tahun), komet parabolik dan hiperbolik. Komet2 periodik dari Awan Komet Oort memiliki cirikhas : eksentrisitas rata2 0,7 dan inklinasi 35 derajat. Karena eksentrisitas (e) orbit benda langit bergantung pada jarak Perihelion (P) dan Aphelion (A) nya lewat formula : (A - P)/(A + P) = e, untuk e = 0,7 kita dapatkan rasio A/P = 5,7. Karena jarak rata2 orbit planet (R) berhubungan dengan Aphelion dan Perihelionnya dalam formula - secara kasar - : 2R = A+ P, untuk e = 0,7 tadi kita dapatkan P = 70,1 AU.Ini masih sangat jauh dari Bumi kita (yang jaraknya 1 AU dari Matahari), bahkan masih lebih jauh dibanding Pluto, sehingga peluang Bumi dan Nibiru untuk berbenturan adalah nol.

Ketiga, pada halaman dari artikel yang diberi judul “IRAS” dengan potongan artikel koran berjudul “Mystery Heavenly Body Found by Orbiting Infrared Telescope“. Namun penjelasan di halaman tersebut sama sekali tidak menyinggung apa itu IRAS. Paralel dengan isu Nibiru, di dunia astronomi pernah muncul hipotesis Nemesis, yakni bintang pasangan Matahari yang sangat redup (kemungkinan berupa cebol putih atau cebol coklat) yang bergerak mengelilingi Matahari dalam orbit elliptikal dengan Perihelion 20.000 AU, Aphelion 90.000 AU dan periode orbit 30juta tahun. Sehingga Matahari-Nemesis adalah sistem bintang kembar dengan pasangannya sangat redup hingga tak terlihat. Ini mengingatkan kita pada sistem sejenis di Cygnus X-1, dimana pasangannya juga tak nampak (dan kini diidentifikasi sebagai lubang hitam). Hipotesis Nemesis dibangun oleh geolog Daniel P. Whitmire dan John J. Matesse (1985) sebagai solusi bagi terjadinya peristiwa pemusnahan massal akibat hantaman komet ke Bumi yang selalu berulang setiap 30 juta tahun seperti yang direkam di lapisan2 sedimen.



Ini sejalan dengan gagasan Rampino, Stothers (1984) dan sang legenda : Carl Sagan (1985) yang juga berpendapat serupa lewat Hipotesis Shiva-nya, meski perulangan itu dikatakan terjadi tiap 35 juta tahun. Dengan gagasannya Whitmire dan Matessse membayangkan tiap 30 juta tahun sekali Nemesis melintas di dekat Awan Komet Oort dan gravitasinya membuat awan kometini sangat bergejolak hingga melepaskan ribuan kometisimal yang selanjutnya melesat ke tata surya bagian dalam akibat kombinasi gravitasi Nemesis dan Jupiter. Beberapa dari komet itu ‘mampir’ ke Bumi dan menimbulkan benturan hebat yang memusnahkan kehidupan secara massal. Sayangnya, ketika satelit IRAS (Infra Red Astronomical Satellite) diluncurkan awal 1980-an dan memetakan jagat raya pada spektrum sinar inframerah, Nemesis ternyata tidak pernah ditemukan.

Meski Nemesis dianggap sebagai bintang yang sangat redup, logikanya, karena masih membakar Hidrogen di terasnya, ia tetap memancarkan sinar inframerah yang kuat sebagaimana bintang2 cebol lainnya. Justru IRAS menemukan komet IRAS-Iraki-Alcox, komet redup yang melintas sejauh 5 juta km saja dari Bumi, komet terdekat selama ini. IRAS juga menemukan 3200 Phaethon, benda langit mirip asteroid namun menyemprotkan partikel2 dari permukaannya dengan bentuk mirip ekor komet dan dipastikan merupakan sumber dari hujan meteor (shower) Geminids yang terjadi tiap awal Desember. So, IRAS juga tidak pernah menyimpulkan telah ditemukan benda langit dengan ciri2 seperti Nibiru.

Kalaupun planet nibiru itu ada, dengan sifat2 fisik dan orbitnya, peluangnya untuk masuk ke tata surya bagian dalam ataupun berbenturan dengan Bumi adalah nol. Meski begitu, Selebaran Kiamatini di sisi lain sedang mengingatkan kita betapa terbukanya potensi benturan Bumi dengan benda2 langit dari Awan Komet Oort maupun Sabuk Kuiper (baca : komet), meski Bumi sudah ditamengi Jupiter dan Bulan. Merujuk betapa banyaknya jejak kawah tumbukan di wajah Bulan, Barbara Cohen dan David Kring (2002) menyimpulkan Bumi pernah dihajar jutaan bolide sekitar 2,8 milyar tahun silampada peristiwa Late Heavy Bombardment. Hajaran itu membentuk sedikitnya 22.000 kawah tumbukan berdiameter lebih dari 20 km, dengan 40 kawah diantaranya benar2 berukuran raksasa dan layak disebut basin, mengingat diameternya lebih dari 1.000 km. Kini tak satupun darikawah2 itu yang tersisa, mengingat aktifnya dinamika permukaan Bumi oleh proses erosi dan gerakan lempeng2 tektonik.

Dua kawah tertua yang ada, masing2 Vredefort (Afrika Selatan, diameter 300 km) dan Sudbury (Canada, diameter 250 km) berasal dari masa yang lebih muda (2 milyar tahun silam). Andai hipotesis Shiva benar, jika kita menghitung balik dari dua peristiwa tumbukan benda langit terdahsyat terakhir, yakni peristiwa 65 juta tahun silam (musnahnya Dinosaurus, ditandai dengan terbentuknya Kawah raksasa Chicxulub) dan 35 juta tahun silam (terbentuknya Kawah Popigai di Russia, diameter 100 km, dan Kawah Chesapeake Bay di New YorkCity, diameter 95 km), nampaknya siklus bencana 30-35 juta tahun akan terulang lagi di masa kini, periode dimana manusia hidup. Berkait tumbukan ini, menarik sekali bahwa di region Asia Tenggara, sebagian Australia, Taiwan, China dan P. Madagaskar, bahkan ada juga yang mengatakan hinggake Eropa Tengah dan Texas, telah ditemukan tektit, yakni butir2 batuan beku khas produk tumbukan benda langit. Di Indonesia tektit ini bisa ditemukan di Jawa (terutama di Sangiran), Belitung, Kalimantan dan Ambon. Tektit yang disebut tektit austral-asia ini terjepit di sedimen berumur pleistosen tengah atau dari masa 0,77 juta tahun silam.

Di dalam tektit ini ditemukan pula mineral coesite, sejenis kuarsa yang termetamorfosis oleh tekanan luar biasa besar (200ribu ton per meter persegi !), yang secara alami hanya diproduksi oleh tumbukan benda langit. Jelas bahwa sebaran tektit austral-asia berasal dari tumbukan benda langit pada 0,77 juta tahun silam. Melihat betapa luas sebarannya, Edward Chao - yang bersama empat serangkai : Eugene Shoemaker (alm), Nicholas M. Short, B.M. French dan W von Engelhardt menjadi pionir penyelidikan dan pembuktian tumbukan benda langit di dekade 1960an - menyebut tektit itu bisa disamakan dengan sebaran global lempung hitam tipis yang terjepit di antara sedimen zaman Kapur danTersier. Lempung hitam ini jadi demikian populer karena amat kaya dengan iridium dan jadi salah satu penanda terjadinya tumbukan dahsyat 65 juta tahun silam, yang membentuk Kawah raksasa Chicxulub sembari mengiamatkan 75 % populasi makhluk hidup saat itu. Maka skala tumbukan yang membentuk tektit austral-asiapun menyamai dahsyatnya pembentukan Kawah Chicxulub.

Hampir semua paper yang mengupas genesis tektitaustral-asia menyebut kawasan Asia Tenggara merupakan titik permukaan Bumi yang dihantam bolide pada 0,77 juta tahun silam itu. Menariknya, survey di Laut Cina Selatan selama 1 dekade (1989 - 1999) menggunakan satelit GEOSAT dan SEASAT berhasil mendeteksi sebuah struktur sirkular raksasa berdiameter 100 km di 13° 36' LU 110° 30' BT. Meski belum diteliti lebih lanjut (karena untuk itu perlu dibor dan dicek tipe batuannya) diduga kuat inilah kawah raksasa itu. Satu hal yang harus diingat, meski (anggaplah) tumbukan versi hipotesis Shiva itu sudah terjadi 0,77 juta tahun silam, dalam sejarahnya jarang sekali dijumpai tumbukan benda langit (terutama yang membentuk kawah2 raksasa) dari bolide tunggal, kebanyakan dihasilkan oleh beragam bolide yang datang secara berentetan selama 1-2 juta tahun (rentang waktu yang tergolong pendek dalam skala waktu geologi). Pola khas ini nampak dari terbentuknya kawah Chicxulub yang segera diikuti dengan pembentukan 7 buah kawah tumbukan lain, masing2 Eagle Butte (Canada), Gusev (Russia), Belize (Meksiko), Alvaro Obregon (Meksiko), Haiti (Laut Karibia), Silverpit (lepas pantai Inggris) dan sau kawah tak bernama di dasar Samudera Pasifik.

Begitu pula terbentuknya Popigai, yang langsung disusul dengan munculnya kawah Chesapeake Bay (AS) dan struktur Fohn di celah Timor. Dan kawah di Laut Cina Selatan ini ? Memang sebelumnya telah terbentuk kawah Zhamanshin (Kazakhstan, diameter 14 km, 0,9 juta tahun silam), Bosumtwi (Ghana, diameter 10,5 km, 1,1 juta tahun silam), Eltanin (Laut Bellingshausen, diameter 40 km, 2,15 juta tahun silam) dan Kara-Kul (Tajikistan, diameter 50 km, 3 juta tahun silam). Namun kita tidak pernah tahu apakah kawah di Laut Cina Selatan tadi merupakan “penutup” rangkaian tumbukan itu atau hanya bagian dari sejarah mencekam yang sedang bergulir sampai detik ini.
www.at2012.co.cc

Data ini tidak dimuat oleh media massa. Besar kemungkinan, kita semua akan mengalami Zaman es.

Simbol Cosmos

(Epochtimes.co.id)

Oleh : LEONARDO VINTINI
The Epoch Times

2012 Era: Suatu simbol yang muncul di sepanjang sejarah peradaban yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia yakni berupa citra manusia, yang digambarkan dalam beberapa goresan sederhana, mengungkapkan kepada kita sebuah gambaran jelas akan peristiwa unik yang terjadi di angkasa pada jaman kuno.

Tanda keberadaan para dewa
Tiba-tiba seseorang menunjuk ke arah langit. Langit sore berubah menjadi merah, kemudian putih, dan akhirnya menjadi kuning terang. Kekuatan besar di cakrawala itu sangat indah dan sekaligus me-nakutkan, pemandangan paling menakutkan yang pernah terlihat oleh kelompok itu. Sungguh merupakan sesuatu yang menunjukkan betapa tidak berartinya manusia di hadapan para dewa.

Kilauan cahaya megah di langit bertahan untuk beberapa waktu, cukup bagi para penduduk asli itu untuk mengukir pemandangan itu di atas kanvas-kanvas batu granit mereka. Poros energi melintasi ruang angkasa, dalam garis edarnya melepaskan sejumlah aliran gas raksasa di udara, sebagiannya lagi terbang naik turun.

“…hanya beberapa ribu tahun yang lalu langit bumi menjadi terang benderang oleh sengatan listrik. Cabang dari kemungkinan ini akan secara langsung mempengaruhi pemahaman kita terhadap akar-akar kebudayaan. Lalu apa dampak dari rekaman peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam peradaban awal? Apa hubungannya dengan asal muasal mitologi dunia, dengan kelahiran agama-agama terdahulu, begitu juga dengan bangunan-bangunan monumental pada zaman kuno?” tanya David Talbot dan Wallace Thornhill dalam buku mereka Thunderbolts of the Gods (Halilintar Para Dewa).

Asal mula “squatter” atau “stickman” (istilah yang digunakan bagi simbol manusia) yang juga dikenal dalam petroglyph, mungkin merupa-kan salah satu dari teka-teki yang paling diminati oleh pa-ra ilmuwan di bidang fisika plasma. Gambaran grafik ini dapat ditemukan dan dihargai dalam warisan purbakala dari belasan kebudayaan kuno di seluruh dunia (kebudayaan yang nyata-nyata tidak memiliki hubungan atau kontak dengan dunia luar). Hal ini diharapkan mendorong lebih banyak ilmuwan pemberani untuk lebih mempertimbangkan “squatter” sebagai suatu peristiwa hebat yang umum terjadi pada berbagai kebudayaan yang berbeda, daripada sebuah gambaran samar dan berulang-ulang tentang anatomi manusia belaka.

Teori baru alam semesta lama
Walau demikian, squatter tidak menjelaskan titik asal mula teori yang luar biasa ini. Ini hanyalah kepingan bukti yang tak sengaja ditemukan diantara arus besar pemikiran baris depan yang dikenal sebagai The Electric Universe.

Para pendukung teori yang mengatakan, Electric Universelah yang menghasilkan plasma (suatu keadaan energetik materi) tersebut, merupakan susbtansi dan kekuatan mutlak yang mengisi dan menguasai hampir seluruh elemen yang terdapat di alam semesta.

Menghadapi ide seperti itu dapat menghasilkan basis baru bagi teori terkenal seperti Big Bang, materi hitam, dan teori relativitas Einstein, dan lain-lainnya.

Tapi ketika para pendukung teori Electric Universe berpegang bahwa plasma itu—yang diakui sebagai empat keadaan materi dan substansi yang memenuhi 99,9 persen dari alam semesta—adalah penyebab terjadinya daya tarik planet ketimbang gravitasi, ide itu sering ditolak atau bahkan ditertawakan oleh para ilmuwan konservatif.

Namun yang pasti, perilaku listrik diantara gas-gas panas dan medan magnet raksasa pada bintang-bintang itu, merupakan sebuah bidang penelitian yang diperlukan saat ini untuk membuktikan ataupun menyangkal teori aneh ini. Mempelajari bidang semacam ini, dapat mengindikasikan sebuah pemahaman baru atas fenomena-fenomena tersebut, seperti energi sinar gamma, percepatan pemuaian kosmos dan pelepasan dahsyat energi yang dikatakan telah terjadi di angkasa raya jaman purba.

Sebuah pertanyaan tentang listrik
Perilaku listrik di dalam gas-gas panas pada skala kosmik masih merupakan suatu disiplin ilmu yang baru berkembang. Meskipun begitu pemahaman yang digunakan pada medan-medan elektromagnetik yang berbeda bisa jadi memberikan suatu gagasn bagaimana sebuah ruang pelepasan pada jaman purba, dapat membentuk image manusia.

Plasma sinar “listrik” maha besar dapat menyerupai tubuh manusia yang dilambangkan dalam figur ”squatter”, dan piringan-piringan energi yang melintasi poros tubuhnya akan tersebar jauh, seperti gelombang-gelombang yang bergerak secara berlawanan arah, sehingga menampakkan figur lengan dan kaki. Tampilan profil elemen ketiga yakni sebuah pipa yang melingkari tubuh, dan akan tampak seperti dua titik yang memadat ke arah dua sisi dari gambar.

Dengan cara ini, penolakan di antara piringan-piringan tersebut bersama dengan poros listrik akan memberikan pemandangan paling spektakuler, yang menggambarkan masyarakat purba telah memiliki apresiasi kegembiraan: suatu makhluk besar dengan kedua lengan terbuka dan kaki yang melengkung.

Menurut sisa-sisa grafik, gambar squatter dapat dipahami dari semua titik permukaan bumi. Bentuk ini telah terekam dalam berbagai kebudayaan antara lain Arizona, Armenia, New Mexico, Venezuela, Spanyol, Italia, Alpen, Timur Tengah, dan Tiongkok.

Penyangkalan populer dan stigma Teori Baru
Akan tetapi squatter mungkin bukan satu-satunya tontonan unik alam semesta yang diperlihatkan kepada dunia kuno. Pola berbeda terulang dalam petroglyph di seluruh bumi bisa saja dipakai untuk menggambarkan nebula dan ledakan yang tak terkirakan.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan hanya dapat mengenali matahari, bulan, dan gambaran lain yang secara langsung ditemukan dalam kebudayaan nenek moyang, sebagai hasil pengamatan jelas atas kubah alam semesta, melukiskan image para dewa, manusia, dan binatang yang dianggap sebagai kumpulan imajiner para seniman. Namun banyak juga arkeolog moderen, seperti Anthony Peratt, telah mulai mengakui “batu sandungan” di dalam mitologi kuno ini sebagai bukti kuat akan keberadaannya.

Dengan cara yang sama, pemikiran tentang Bumi yang datar telah diganti oleh kenyataan bumi yang bulat seperti kita ketahui saat ini. Geosentris telah digantikan heliosentris dan teori relativitas telah menggeser ideologi Newton yang dianut selama bertahun-tahun, Electric Universe bisa jadi menghasilkan pergolakan total dari semua teori-teori kosmos moderen.

Mungkin dengan sering diragukannya para pencetus ilmu pengetahuan baru ini, bisa jadi mempunyai nasib yang sama dengan Galileo, Newton, dan Einstein, setelah bertahun-tahun diterlantarkan dan dicemooh pada akhirnya diakui.
www.at2012.co.cc

Ilmuwan Biakkan Organisme di Mars!!!

2012 era: Jakarta- Jika rencana Rusia berhasil, peluncuran pada Oktober akan membiakkan koloni bakteri ke salah satu bulan Mars, Phobos dan membawa kembali ke bumi. Misi itu juga mencari tahu mengapa air menghilang dari Mars.

Misi ruang angkasa Phobos-Grunt juga mengumpulkan berbagai contoh tanah dari wilayah pendaratan. Pesawat itu akan kembali ke bumi dan dijadwalkan tiba pada Juli 2012.

Pemenritah Rusia bekerjasama dengan The Planetary Society, akan mengalisa perubahan bakteri yang dikirim jauh ke ruang angkasa.

Ahli di NASA memperingatkan ada resiko kontaminasi, jika misi itu tidak sesuai rencana. Organisme yang dikirm ke Mars mampu beradaptasi sehingga riset masa mendatang mengenai kehidupan di Mars bisa sia-sia.

Rusia menegaskan kemungkinan itu sangat kecil. "Yang kami kerjakan sesuai dengan protokol internasional dan kesepakataa mengenai perlindungan planet," kata direktur The Planetary Society Lou Friedman.

Selain perjalanan ke Phobos, bulan yang orbitnya paling dekat dengan Mars, misi itu juga mengantarkan sub satelit China Yinghuo-1 (Firefly-1) ke orbit. Usaha itu untuk mencari tahu bagaimana air di planet Mars bisa menghilang beberapa tahun lalu.
www.at2012era.blogspot.com

Kapan Bisa Begituan? Udah Gak Tahan Niih!!! (Koneksi Internet tercepat hingga 40 GB/s)

2012 era: Bener-bener gak tahan lagi... Biasanya ngenet lemot banget cuma kira 4 Kbps... Udah disabar-sabarin tapi masih gak sabar juga.. Ngiri kalo ada yang begituan.... Masak ngenet sampai 40 GB/s.. Malahan seorang Nenek. Bandwidth terbesar didunia pastinya. Begini ceritanya:...

Sigbritt, seorang nenek berumur 75 tahun asal Swedia memiliki koneksi internet pribadi yg berkecepatan 40 Gigabites/second, saat ini tercatat dalam sejarah IT merupakan koneksi internet tercepat di dunia.

Koneksi internet dirumah si nenek itu ribuan kali lipat lebih cepat dari rata2 koneksi internet di seluruh dunia, dia bisa mendownload HD DVD cuma butuh waktu 2 detik! dia juga bisa menonton secara langsung 1500 saluran HDTV secara realtime dan tanpa gangguan.

Nenek ini bukanlah nenek sembarangan, dia adalah ibu dari Peter Löthberg yang merupakan legenda internet Swedia, yang sekarang kerja di CISCO dialah yang men set-up koneksi dan komputer si nenek sehingga bisa secepat itu.


“Sebagai pemilik jaringan, kita mendorong operator untuk berinvestasi terhadap koneksi internet yang lebih cepat, lebih murah, berkapasitas tinggi dengan jarak yang tidak terbatas”. ujar Peter Löthberg seperti yang dituturkannya kepada The Local.




Rahasia dibalik koneksi super-cepat ini adalah tehnik modul terbaru yang memungkinkan transfer data secara langsung antar 2 router yang jaraknya terpisah sampai 2000 km tanpa transponder perantara.

Hayooo.. siapa yang bisa menyaingi Si NENEK yang satu ini???

Kalo sudah ada yang bisa langsung Call Aku yaa... hehehe..
www.at2012.co.cc
Sumber: http://www.thelocal.se/7869/20070712/
http://the-exploration.net

Busi Mobil dan Baterai Zaman Prasejarah

Selasa, 03 Februari 2009
2012 era: Sejarah umat manusia menciptakan peralatan adalah tidak lebih dari beberapa ratus ribu tahun, namun dari dalam tambang yang terbentuk sejak beberapa puluh juta bahkan beberapa ratus juta tahun yang lampau ditemukan peralatan ini.

Pada 1844, buruh tambang di sekitar sebuah sungai di Skotlandia, menemukan di bawah tanah, sehelai benang emas yang tersimpan di batu sepanjang 8 foot. Setahun kemudian, Inggris, melaporkan di dalam pertambangan Skotlandia, ditemukan sebuah paku besi, ujung paku besi tersebut terselip di tengah bebatuan.

Pada 1851, dilakukan peledakan di kota kecil Dorchester, Massachusetts, Amerika Serikat, dari peledakan batuan yang keras itu ditemukan 2 keping pecahan logam. Setelah kedua keping pecahan logam ini dirangkaikan, ternyata adalah semacam wadah dan bejana yang berbentuk genta (stupa), tinggi 12 cm, lebar 17 cm yang terbuat dari sejenis logam, sedikit mirip dengan seng atau paduan seng dengan perak, pada bagian permukaannya terukir gambar 6 kuntum bunga, bertakhtakan putik bunga yang terbuat dari perak murni, sedangkan pada bagian dasarnya terukir untaian kalung bunga yang dililit dengan anyaman rotan, surat kabar atau majalah setempat menyebutnya sebagai sesuatu benda yang sangat indah, elok tiada bandingnya.

Pada tahun 1852, di sebuah tambang batubara Skotlandia, pada segumpal batubara juga ditemukan sebuah perkakas besi yang bentuknya mirip dengan mata bor, pada permukaan batubara tidak ada yang rusak, dan juga tidak ditemukan lubang bor apa pun.

Pada tahun 1885, pekerja pada sebuah bengkel di Australia, di mana saat menghancurkan gumpalan batubara, menemukan sebuah benda logam yang memancarkan cahaya berkilauan di antara bongkahan batubara, yang merupakan sebuah benda berbentuk 6 bidang sejajar; dua bidang menonjol, sedangkan pada 4 bidang lainnya mempunyai alur yang dalam, bentuknya sangat rapi, maka tidak dapat disangkal lagi bahwa benda tersebut adalah buatan manusia.

Pada tahun 1891, di kota kecil Morrisonville, Illinois, saat S.W. Culp menghancurkan biji batu bara, dia menemukan seutas rantai besi dalam batubara tersebut, kedua ujungnya masing-masing melekat pada sekeping batubara. Semula, dua keping batubara tersebut merupakan satu gumpalan yang kemudian pecah ketika dihancurkan.

Pada tahun 1961, Lanny, Michael dan Mark, tiga orang yang bekerja sama mengelola sebuah toko perhiasan di Orlando, California, saat mendaki gunung, pada puncaknya dengan ketinggian 4.300 kaki, menemukan sebuah fosil. Ketika mereka menggergaji fosil tersebut, pisau gergaji rusak oleh suatu benda yang keras, setelah terbuka, baru diketahui ternyata fosil membungkus sebuah “gelembung kristal”, dan di dalamnya terdapat sebuah benda yang mirip dengan sejenis busi mobil; sebuah gelondong porselen bersumbukan logam bulat, pada bagian luar gelondong tersebut ada lagi sebuah selongsong ukiran kayu berbentuk 6 sisi yang telah menjadi fosil. Selongsong tersebut terbungkus lumpur keras, serpihan batu dan fosil kulit kerang. Menurut perhitungan ahli geologi, fosil ini sudah terbentuk sejak 500 ribu tahun yang silam. Sedangkan pada masa 500 ribu tahun yang silam, dari manakah busi mobil ini?

Tonggak Terbuat dari Semen
Di sebuah tempat 40 mil sebelah selatan pulau Kaledonia Baru yang berjarak sekitar 750 mil dari pantai laut timur Australia, terdapat sebuah pulau kecil. Di pulau tersebut terdapat lebih dari 400 makam kuno aneh yang mirip dengan gundukan sarang rayap. Dibangun dengan menggunakan pasir batu, tingginya 8–9 kaki, dan diameternya 300 kaki. Tidak ada rumput yang tumbuh di atas makam kuno itu, dan tidak ditemukan mayat apa pun juga di dalam makam kuno yang aneh tersebut. Dari tiga makam di antaranya, di dalamnya ditemukan sebuah tonggak semen bulat yang berdiri tegak. Tonggak-tonggak bulat tersebut, diameter masing-masingnya tidak sama, berkisar antara 40-75 inci, dan tingginya antara 40-100 inci.

Dengan menggunakan metode karbon pengujian isotop radioaktif, dipastikan bahwa tonggak-tonggak tersebut adalah benda yang berasal dari masa tahun 1905-5120 SM. Siapakah yang telah menggunakan semen sebelum manusia menemukan semen ini? Dan apakah sebenarnya kegunaan tonggak-tonggak tersebut? Kenapa di sekitar situ tidak ditemukan benda-benda peninggalan manusia apa pun yang berkaitan dengannya?

Di Amerika Selatan ditemukan sebuah terowongan yang misterius. Pintu rahasia terowongan misterius ini dijaga oleh patung dewa penjaga bangsa Indian, menembus ke bawah tanah hingga kedalaman 250 meter. Tembok terowongan halus mengkilap dengan permukaan yang datar dan licin, atap terowongan itu rata. Di dalamnya terdapat beberapa ruang gua yang luas dan lebar, seluas dan selebar hanggar pesawat. Pada sebuah ruang gua dengan lebar 153 meter dan panjang 164 meter, terpajang sebuah meja dan 7 buah kursi. Meja kursi ini entah terbuat dari bahan apa, jika dikatakan terbuat dari batu tapi tidak dingin, terbuat dari plastik namun sekeras baja.

Di dasar laut sekitar kepulauan Georgia, Florida, Amerika Serikat, juga ditemukan sebuah jalan datar yang lebar dan luas. Kapal selam setelah dipasangi roda, bisa dikemudikan di atasnya layaknya mengemudikan bus kota.

Peta Kuno Luar Angkasa

baterai-kuno3

Istana Taifurkhafi di Istanbul,Turki, tersimpan selembar peta kuno yang unik. Peta kuno ini ditemukan pada awal abad ke-18, sepertinya hanyalah selembar replika. Dalam peta tersebut, hanya kawasan Laut Tengah yang tergambar secara persis, sedangkan kawasan lainnya, seperti benua Amerika dan benua Afrika tergambar sangat berbeda. Kemudian, di saat para ilmuwan menelitinya dengan lebih lanjut, hasilnya sangat mengejutkan, karena ternyata peta kuno ini sebenarnya adalah gambar pandangan udara dari atas angkasa.

Jika disandingkan dengan gambar yang diambil dari pesawat Apollo 8, maka peta kuno Turki ini bagaikan fotokopinya. Gambar perubahan garis besar pada benua Amerika dan Afrika di peta kuno tersebut, sesuai dengan gambar yang diambil melalui pesawat Apollo 8. Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah, bahwa peta kuno itu melukiskan bentuk rumit permukaan bumi kutub selatan yang tertutup lapisan es tebal, tidak ada perbedaan sedikit pun dengan hasil gambar pemetaan menggunakan fatometer yang dilakukan oleh tim eksplorasi kutub selatan pada tahun 1952 yang mengadakan penyelidikan keadaan bumi di bawah lapisan es. Siapakah pada masa purbakala yang sudah menguasai teknologi tinggi pemotretan melalui angkasa luar?

Di dataran tinggi sebuah danau di Amerika Selatan, ditemukan juga reruntuhan kota kuno Dhyawalarck yang misterius, di mana terdapat sebuah patung dewa raksasa yang diukir dari batu cadas merah utuh. Pada bagian atas patung itu terukir sebuah gambar pemandangan langit malam berbintang yang sempurna dengan ratusan kode. Setelah penelitian bertahun-tahun, para arkeolog akhirnya mengetahui arti gugus bintang dan kodenya. Mereka berpendapat, bahwa semua yang dilukiskan pada gugus bintang ini adalah langit malam berbintang zaman kuno pada 2,7 puluh ribu tahun yang lampau, semua kode-kode yang diurai adalah tentang pengetahuan astronomi yang luar biasa dalamnya.

Semua pengetahuan ini merupakan pengetahuan yang masih belum dikuasai oleh manusia pada zaman modern ini. Manusia kuno yang tinggal di tepi danau Amerika Selatan ini pada beberapa puluh ribu tahun yang lampau, bagaimanakah caranya bisa melampaui pengetahuan astronomi manusia di masa kini?

Yang lebih unik lagi adalah di Zambia, Afrika, orang-orang menemukan sebuah tengkorak suku Neethe kuno, bagian kiri tengkorak tersebut terdapat sebuah lubang bundar yang rata dan licin di tepiannya. Lubang bundar ini baru bisa terbentuk hanya dengan tembakan peluru. Dan berdasarkan hasil penelitian, suku Neethe hidup pada masa pertengahan zaman batu, yang berjarak sekitar 70 ribu tahun lampau dari sekarang.


Masih ada lagi keunikan pada sebidang makam kuno di luar kota Baghdad, ilmuwan menemukan satu set baterai kimia berusia 2.000 tahun, mereka merekaulang baterai kuno dan berhasil memperoleh 0.5 voltmeter, yang bekerja nonstop selama 18 hari. Baterai atau sel listrik pertama yang diakui dunia adalah yang ditemukan pada tahun 1800 M, jarak penemuannya hingga kini tidak sampai 200 tahun.


baterai-kuno4

Dari dada sebelah kiri sesosok mumi anak lelaki yang terdapat di dalam piramida di Mesir, para ilmuwan juga menemukan sebuah jantung buatan. Sejarah manusia pada masa kini yang menggunakan jantung buatan di bidang ilmu kedokteran hanya beberapa puluh tahun saja, sedangkan pada 5.000 tahun yang lampau, jantung buatan sudah dipasang pada rongga dada mumi anak lelaki melalui operasi yang akurat.

www.at2012.co.cc

Gawat, Lubang Hitam Sebabkan Kiamat

2012 era: Large Hadron Collider (LHC), terowongan sepanjang 27 kilometer yang berada 91 meter di bawah tanah European Center for Nuclear Research (CERN) dekat Genewa akan merekaya ulang terbentuknya tata surya beberapa detik setelah Big Bang. Selama ini, Big Bang diyakini sebagai teori terbentuknya jagad raya secara instan.

Dengan membenturkan proton dengan kecepatan cahaya, LHC diharapkan dapat memecahkan misteri tentang asal-muasal massa dan masalah lain menyangkut jagad raya.

LHC dimatikan tahun lalu, setelah ditemukan kebocoran helium di saat mulai dinyalakan. Mesin itu dijadwalkan akan dinyalakan kembali tahun ini, menurut Cern.

Kekhawatiran masih muncul, LHC dapat menyebabkan lubang hitam dan bisa menghancurkan segala sesuatu, termasuk bumi kita. Ilmuwan memperkirakan tabrakan proton ke proton akan menghasilkan lubang hitam mikroskopik.

Tapi kekhawatiran itu dibantah oleh ilmuwan di LHC. Lubang hitam menimbulkan medan magnet, tapi tidak lebih hebat dari lubang gravitasi yang dihasilkan oleh hancurnya bintang dan ada di jagad raya, kata Howard Gordon dari Brookhaven National Laboratory di New York yang bekerja di LHC.

"Kenapa khawatir? Saya pikir lubang hitam maha besar di jagad raya berbeda dengan lubang hitam mikroskopik yang kemungkinan bisa terbentuk,” kata Gordon seperti dikutip dari LiveScience. "Itu skalanya berbeda,” tambahnya.

Analisa terbaru yang ditulis di ArXiv.org menunjukkan LHC kemungkinan tidak menghasilkan lubang hitam yang berbahaya.http://2012era.blogspot.com

Iran meluncurkan satelit buatan pertamanya ke orbit

2012 era: Iran meluncurkan satelit buatan pertamanya ke orbit, Senin (2/2) malam setelah mendapat izin Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

"Dalam pencapaian lain bagi para pakar Iran di bawah sanksi-sanksi (yang dikenakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB), Iran meluncurkan Hope, satelit buatan pertamanya, ke dalam orbit," kata televisi pemerintah yang menayangkan peluncuran tersebut, Selasa (3/2).

"Satelit itu diluncurkan ke orbit oleh alat pengangkut satelit buatan Iran juga, Safir," katanya.
Iran hingga kini masih berada di bawah sanksi-sanksi PBB karena Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya menuduh Iran memproduksi senjata nuklir.
Namun, Iran mengatakan bahwa program nuklirnya terbatas untuk kepentingan damai, yakni pembangkit listrik guna mencukupi kebutuhan ekonominya.

http://2012era.blogspot.com

Men in Black

Senin, 02 Februari 2009

2012 era: Men in Black banyak dikenal sebagai film layar lebar yang dibintangi actor komedian Will Smith Namun hanya sedikit yang tahu bahwa sebetulnya ada pula dalam kehidupan nyata, alias bukan sepenuhnya fiksi!! Beberapa catatan sejarah bahkan menyinggung keberadaan sekelompok orang-orang misterius yang berkekuatan dengan hal-hal berbau luar angkasa.

DI DALAM DUNIA NYATA

Dalam dunia nyata, definisi dari Men in Black (atau disingkat MIB) bukan orang-orang yang mengenakan jas hitam rapi, bekerja sebagai agen rahasia pemerintah dan bertugas untuk membasmi alien. Justru sebaliknya!! Men in Black merupakan sebutan bagi orang-orang yang mengenakan pakaian serba hitam dan biasanya mendatangi saksi mata yang pernah melihat ufo. Terutama jika saksi tersebut berhadapan langsung dengan mahluk luar angkasa. Dan dari berbagai kesaksian serta interview dengan orang yang pernah didatangi MIB, ternyata tujuan mereka adalah menyalahkann presepsi si saksi dan menyesatkan mereka, bahwa yang mereka lihat bukan alien!! Tapi itu hanyalah salah satu definisi yang beredar mengenai Men in Black karana banyak kalangan yang memiliki pendapat lain.

Seorang penulis Amerika bernama Jerome Clarck menyatakan bahwa MIB tidaklah selalu berpakaian serba hitam. Menurut Clarck, sebutan itu hanyalah istilah umum yang menggambarkan orang-orang yang berpenampilan diluar kebiasaan atau eksentrik.

Mereka kadang memakai pakaian yang sudah lama atau ketinggalan jaman, seragam USAF (United States Air Force) atau bahkan mengenakan model yang nantinya bakal booming dimasa depan.

Kebanyakan para agen MIB digambarkan selalu memakai kacamata hitam sebagai aksesoris wajib, dimana hal yang disinyalir untuk menutupi bentuk mata mereka karena mempunyai mata sipit . Ada pula yang menyebutkan kalau mata agen MIB berbentuk aneh dan besar karena pengaruh tiroid , sebagian bahkan percaya kalau bentuk mata mereka sama seperti alien gray!! Karena mereka ialah agen khusus maka bukan tidak mungkin cara hidup mereka juga ditangani secara khusus pula. Selain mata, jari-jari para agen MIB juga dikabarkan lebih panjang dari manusia normal dan suara mereka mirip dengan suara robot. Pelengkap lain yang biasanya digunakan adalah mobil cadillac antik berwarna hitam yang somehow terlihat selalu seperti baru.

FENOMENA MIB

Fenomena keberadaan MIB ternyata pernah sangat popular di tahun 1950 dan 1960. Pada masa tersebut tercatat bahwa beberapa agen MIB pernah melakukan intimidasi pada seorang reporter yang bertempat tinggal di pinewood, West Virginia. Reporter tersebut dipaksa untuk berhenti menulis artikel mengenai keberadaan MIB di pinewood, yang ia kirimkan pada koran lokal dan nasional. Perlu dicatat bahwa pinewood sendiri merupakan daerah yang sangat popular dengan mahluk yang dijuluki Mothman di akhir era 1960-an. Fenomena Mothman pun secara tidak langsung menguatkan dugaan bahwa MIB beroprasi di Pinewood untuk menyelidiki keberadaan mahluk Mothman itu.

Laporan mengenai Men in Black paling mendetail terjadi pada tahun 1976 dimana seorang pria bernama Dr.Herbert Hopkins yang berusia 58 tahun , melaporkan bahwa ia pernah didatangi Men in Black . Hopkins yang berprofesi sebagai konsultan mengenai UFO ditelpon oleh seseorang yang mengaku sebagai Vice President of New Jersey UFO Research Organization yang ingin berbincang - bincang denganya. Anehnya orang tersebut, yang mengenakan pakaian serba hitam, sudah muncul di teras rumahnya beberapa menit setelah Dr. Hopkins menaruh gagang telepon!! Ia juga menemui banyak kejanggalan selama berbicara dengan tamunya.

Banyak keanehan mengenai penampilan, tanduk-tanduk serta ucapan orang itu menimbulkan munculnya banyak teori mengenai identitas mereka yang yang sebenarnya. Beberapa teori konspirasi menyebutkan kalau agen MIB bukan seseorang manusia biasa, tapi ras hybrid manusia-alien. Mereka bertugas membersihkan segala bukti fisik mengenai campur tangan alien yang tersisa di bumi. Oleh karena itu penampilan agen MIB tampak berbeda dari manusia biasa. Namun ada juga yang percaya bahwa mereka adalah agen pemerintah (misalnya agen CIA) yang berusaha menutup-nutupi penampakan UFO.

AKSI MEREKA

Para agen MIB digambarkan selalu bekerja dengan sangat professional, teliti dan juga sistematis. Mereka akan memeriksa serta mempelajari seluruh informasi dari orang yang bakal mereka kontak, sampai ke detail yang paling kecil sekalipun. Disamping itu para agen MIB kelihatan sangat terlatih untuk menyesuaikan diri sesuai dengan situasi dan kondisi yang dapat berubah setiap saat. Namun perilaku mereka tidak dapat dipukul rata alias dapat berbeda-beda pada setiap individunya. Terkadang mereka bisa bertingkah seperti agen rahasia yang berusaha menguak serta mengoleksi data sebanyak mungkin mengenai fenomena yang dilihat oleh subjek interogasi. Tapi di pihak lain mereka dapat pula berlaku layaknya manusia biasa yang meyakinkan bahwa fenomena yang dilihat saksi adalah tidak nyata.

Para agen MIB kadang bertingkah sangat serius , namun dapat pula menjadi sangat ramah dan penuh humor pada situasi tertentu. Uniknya , ada yang beberapa saksi menyatakan bahwa tindak-tanduk mereka seperti robot yang sudah di program , sehingga reaksi mereka menjadi sangat kikuk sewaktu memasuki situsi diluar dugaan.

OTHER CONSPIRACIES

Walau fenomena MIB banyak dilaporkan pada tahun 1950-1960, beberapa peneliti seperti John Keel menemukan kemiripan antara laporan mengenai aksi para MIB dengan catatan penampakan iblis. Ia menjelaskan bahwa kemunculan agen MIB sangat pararel dengan dongeng maupun mitos mengenai orang yang bertemu dengan iblis. Secara militer , Jerome Clarck mengutip tulisan Bill More yang menyatakan ” Men in Black merupakan staff pemerintah yang bekerja dalam penyamaran, anggota dari unit khusus bernama Air Force Intteligence atau kini dikenal juga sebagai Air Force Special Activities Center (AFSAC).

Teori konspirasi yang juga dikutip oleh Jerome Clarck berasal dari Dr Michael D. Swords, yang memaparkan bahwa MIB merajuk pada unit khusus dari CIA yang meneliti eksperimen psikologis manusia. Mereka berkutat dengan individu yang dianggap beresiko tinggi dalam membahayakan keamanan nasional, karena mengetahui banyak arsip rahasia pemerintah. Oleh karena itu diugaskanlah agen-agen Khusus dari AFFTC Det 3 untuk memastikan mereka tetap tutup mulut!!http://2012era.blogspot.com

Bom mutakhir negara israel

2012 era: Kekejian Israel (my.opera.com) : Inilah beberapa senjata yang dimiliki oleh Negara teroris Israel. Palestina lah yang biasa mereka jadikan sebagai kelinci percobaan bagi senjata-senjata mereka. Senjata - senjata itu membuat mereka semakin senang melakuan kebiadaban di muka bumi ini. Anda bisa lihat senjata yang digunakan teroris Israel, walau melanggar hukum internasional dia dengan enak menggunakannya, peduli setan PBB, peduli setan Amerika.

Fragmentation Bomb atau Cluster Bomb, dijatuhkan dari pesawat tempur. Beberapa puluh meter di atas udara, cluster bomb yang awalnya terlihat hanya satu akan memecah diri menjadi ratusan bola-bola besi kecil seukuran bola tenis dan menyebar dalam radius ratusan meter persegi. Bom-bom kecil ini tidak segera meledak dan tergeletak di dalam tanah. Jika seorang anak kecil mengutak-atiknya karena dikiranya sebuah mainan, maka bom ini akan meledak dan membunuh atau merusak bagian tubuh di anak tersebut. Bom ini biasanya sengaja dijatuhkan di lokasi padat penduduk.



Cluster Bomb


Sumber Gambar dari Combat Air Craft



Cluster Bomb
Sumber Gambar dari Forum on International Cooperation UBC


Impolosion Bomb atau Vacuum Bomb : Dijatuhkan dari udara, dan ketika meledak mampu menghisap satu blok bangunan sepuluh lantai ke dalam tanah hanya dalam beberapa detik, membuatnya menjadi tumpukan beton dan mengubur seluruh penghuninya hidup-hidup.

Phosphor Bomb yang bersifat membakar. “Zat fosfornya menempel di kulit, paru-paru, dan usus para korban selama bertahun-tahun, terus membakar dan menghanguskan serta menyebabkan nyeri berkepanjangan. Para korban bom ini akan mengeluarkan gas fosfor hingga nafas terakhir,” ujar Doker Ang.
Implosion-Type Bombhttp://2012era.blogspot.com
Sumber Gambar dari Atomic Archive