MUNCUL BANGAU BIRU MISTERIUS DI JERMAN

Kamis, 06 Mei 2010

Sungguh sulit dipercaya! Di kota kecil Biegen, Jerman Timur, muncul seekor bangau besar berwarna biru muda 6 April lalu. Burung ini menarik perhatian masyarakat, dan meragukan apa yang dilihat benar-benar seekor bangau biru? (Bangau yang di Jerman disebut Storch ini biasanya berwarna putih)

Ahli ekologi menyatakan, ini hal yang mustahil, hingga sekarang hanya dikenal Bangau Putih dan Bangau Hitam, sedangkan Bangau Biru tidak dikenal. Bangau Biru tersebut senantiasa membersihkan bulunya sendiri, ini menunjukkan ia berharap dapat menghapus warna tak lazim di bulunya tersebut.

Pakar memperkirakan hal itu disebabkan ulah orang usil dengan menggunakan pewarna makanan sisa dari pembuatan telur-warna Paskah entah dengan cara dilemparkan atau disemprotkan. Yang jelas zat warna tersebut bukan berasal dari bahan kimia atau cat, karena bulu si bangau tidak lengket dan masih mampu terbang.

Orang yang rasa ingin tahunya besar, mengharapkan hujan turun, hendak menyaksikan apakah bangau yang setelah basah kehujanan dapatkah kembali ke warna asalnya. Namun sesudah hujan lebat, bulu bangau itu masih tetap saja berwarna biru muda.

Muncul pertanyaan baru: pada pergantian bulu berikutnya, bulu yang tumbuh baru, akankah berwarna putih atau biru?

Bangau Putih (nama Latin: Ciconia ciconia) adalah semacam unggas berjalan tipe besar keluarga bangau, ia hidup di Eropa Tengah, Eropa Selatan, Afrika Barat Laut dan Asia Barat Daya. Bangau Putih adalah burung migran, di waktu musim dingin ia pindah ke wilayah tropis Afrika dan India, bahkan bisa mencapai Afrika Selatan.

Tinggi tubuh Bangau Putih antara 1,00 m – 1,25 m, jika kedua sayap dibentangkan antara 1,55 – 2,00 m, berbobot 2,3 – 4,5 kg. selain bagian sayap, seluruh bulunya berwarna putih, bagian paruh dan kakinya berwarna merah, anakan burungnya berwarna hitam. Pada umumnya mereka berjalan melangkah dengan perlahan dan mantap. Sewaktu terbang ia menjulurkan lurus lehernya. (The Epoch Times/whs)


sumber

2012era.blogspot.com

ILUSIONIS DAVID COPPERFIELD VERSUS KITAB KUNO

David Copperfield adalah ilusionis tersohor dunia asal AS. Pertunjukannya yang spektakuler, seperti melenyapkan Patung Liberty dan menembus Tembok Besar China membuat kagum banyak orang. Kebanyakan orang merasa kemahiran David adalah sulap sesungguhnya. Akan tetapi pada 2001, sebuah laporan mengenai David telah mengubah penilaian saya mengenai kemampuan sulapnya.

17 Oktober 2001, harian Detroit Free Press memuat berita pertunjukan David yang agak berbeda. 27 Februari 2001, David menebak hasil pengocokan Lotto (undian lotere paling populer di Jerman) yang akan dilangsungkan pada Oktober, dan secara rahasia menuliskan 7 angka dan menyimpannya bersama dengan notarisasi, digembok serta dijaga ketat siang-malam.

13 Oktober 2001, 1 jam setelah pengumuman hasil Lotto, salah satu stasiun TV Jerman membuka kotak yang telah disegel selama tujuh bulan dengan disaksikan penonton. Hasilnya 7 angka yang ditulis David persis dengan nomor pemenang Lotto! Setelah peristiwa itu, David menerima banyak sekali surat masuk, kebanyakan minta diajarkan teknik bagaimana menebak Lotto dengan tepat.

Tidak seperti biasanya, kali ini David mengatakan dengan tegas bahwa ini bukanlah trik, melainkan sebuah tes kemampuan terpendam otak manusia. Ia menambahkan pada umumnya orang hanya mampu menggunakan sekitar 10% kemampuan otak. Selain itu ia juga mengatakan kalau dirinya sama sekali tidak pernah membeli lotere. David juga pernah menebak lotere untuk temannya, namun semuanya kalah. Sehingga akhirnya ia berkesimpulan bahwa agar bisa berhasil, jawaban tebakan tidak boleh dibocorkan kepada siapapun. Dengan lain kata, ilmu supranatural tidak bisa dipakai untuk mencari kekayaan.

David memang menganggap dirinya sebagai ilusionis. Kepada orang lain ia hanya mengatakan itu sekedar “trik”, dengan menggunakan kemahirannya ia melakukan pentas, mencari keuntungan dan nama, dan ini wajar-wajar saja sebagai permainan seorang ilusionis. Lama kelamaan, orang-orang menganggap seluruh pertunjuk-an David hanyalah trik atau kecepatan tangan belaka. Sehingga di kala ia mengatakan dirinya memiliki kemampuan supranatural, orang-orang menertawainya.

Yang ingin disampaikan dalam artikel ini bukanlah ilmu sulap David, melainkan cuplikan cerita mengenai fenomena misteri yang tercatat di dalam sebuah karya besar ilmiah China kuno yakni Meng Xi Bi Tan (Obrolan dari Taman Mengxi).

Penilaian kalangan intelektual China terhadap Meng Xi Bi Tan sangat tinggi, antara lain taraf popularitasnya paling tinggi, pengaruhnya paling besar, penyebarannya paling luas dan karya gemilang ilmu pengetahuan kuno negeri China yang merupakan sebuah warisan berharga di dalam sejarah iptek dunia. Tetapi, jika membandingkan opini para cendekiawan moderen terhadap teks asli Meng Xi Bi Tan, sudah pasti ditebak, semuanya tanpa kecuali menghindar untuk membahas fenomena misteri tersebut.

Masyarakat zaman moderen umumnya tidak akan menanggapi penelitian fenomena misteri ini, menganggapnya sesuatu yang “mustahil”, mengecamnya sebagai “pendusta” dan mencapnya dengan stigma “takhayul”. Di dalam masyarakat riil memang terdapat juga penipuan dalam masalah tersebut. Barangkali popularitas Shen Kuo (sang penulis Meng Xi Bi Tan, 1031-1095, cendekiawan multi bakat di zaman Dinasti Song Utara) dapat membantu kita mengabaikan “cemooh” itu dan secara langsung merenungkan fenomena misteri dan metode ilmu pengetahuan yang menggunakan cara tidak lazim ini.

Sebetulnya kemampuan “mengetahui sebelumnya” sejenis ini banyak tersiar luas dari zaman dulu hingga sekarang. Di bawah ini adalah sebuah kisah tentang dapat mengetahui masa yang akan datang melalui sebuah mimpi yang tercatat di dalam kitab Meng Xi Bi Tan.

Indera keenam dan clairvoyance (kemampuan mata ketiga)

Di Shan Yang terdapat seorang perempuan penyihir yang memiliki ilmu tinggi. Tuan Bai dan saya pernah memanggilnya untuk berdiskusi. Asalkan berupa materi yang berasal dari dunia fana, apabila Anda menyuruh dia menebak, meski berapa pun jauhnya, dia pasti bisa menjawab. Ia tampaknya langsung tahu begitu hari orang lain tergerak.

Suatu saat seorang tamu sedang bermain catur-China, ia meraup beberapa biji anak catur hitam dan putih di dalam tangannya dan menanyakan berapa jumlah anak catur yang ada dalam genggamannya, perempuan itu dapat menebaknya dengan luar biasa tepat. Merasa ragu, maka diulanginya lagi, meraup sejumlah pion secara sembarangan tapi kali ini ia tidak mengetahui berapa jumlah pion di tangannya.

Ternyata si penyihir bisa mengetahui apa yang isi hati orang lain, namun jika hatinya kosong, maka ia tak dapat mendeteksinya. Saat ditanya benda apa saja yang berada di dalam peti, ia bisa menjawab dengan tepat. Di saat itu Tuan Bai kebetulan memiliki ratusan jilid “Sutra Intan” yang ditaruh di dalam peti besar. Ia menunjuk peti tersebut dan bertanya, “Apakah isi di dalamnya?”

Ia menjawab, “Peti ini kosong.”

Tuan Bai berkata lagi, “Di dalam peti itu terdapat ratusan jilid sutra (kitab suci agama Budha), bagaimana bisa dikatakan kosong?”

Si perempuan penyihir itu terdiam lama dan berkata, “Jangan membohongiku, peti ini kosong!”

Kelihatannya, sutra Budha sungguh berbeda, bukan merupakan benda seperti didunia manusia ini.

Api Naga tunjukkan keperkasaannya

Pejabat Li Shun sekeluarga pernah tersambar petir, terlihat cahaya api melompat keluar dari jendela bagian barat rumah dan melewati atap rumah, orang-orang panik dan berhamburan keluar rumah. Ketika petir reda, kondisi rumah masih baik-baik saja hanya kertas jendela (sebelum kaca ditemukan, jendela di China dan Jepang menggunakan kertas buram untuk pencahayaan) yang hangus.

Ada sebuah rak kayu untuk menyimpan beraneka ragam barang seperti peralatan perak, lelehan peraknya sampai meluber ke atas lantai, tetapi kaleng berisi cat tidak terdapat bekas terbakar. Sebilah pedang pusaka yang sangat tajam, telah meleleh di dalam sarungnya, namun sarung (bukan metal) tersebut tak rusak sedikit pun.

Semua orang beranggapan semestinya logam terbakar setelah tanaman dan pohon terbakar lebih dulu, namun sekarang ini malah logam yang terbakar lebih dulu, sedang tanaman di sekitarnya sedikit pun tidak ikut terbakar. Di dalam sutera Budha dikatakan, “Api yang berasal dari naga bila menjumpai air malah semakin menjadi, api dari manusia bila menjumpai air lantas padam.” Ternyata memang begitu.

Manusia hanya mampu mendeteksi hal-hal di dalam taraf (dimensi) yang diketahuinya, padahal jauh di luar sana, masih terdapat bumi dan langit (serta ruang dimensi) tak terhingga yang banyak dan luas. Maka asal usul segala hal yang terjadi akan menjadi mustahil apabila umat manusia selalu mengukurnya dengan menggunakan kecerdasan dan wawasannya yang terbatas.

Ramalan akurat

Alkisah di sekitar daerah perbatasan Provinsi Jiangxi dan Zhejiang ada seorang pejabat bernama Zheng Yifu. Sejak menjadi taruna ia dikagumi banyak orang. Ketika ia menjabat di Kota Gao You, menjumpai seorang peramal hebat yang dapat meramal tahun dan akhir kematian seseorang dengan tepat. Zheng Yifu minta diramal, dan ia langsung frustasi setelah peramal tersebut mengatakan hidupnya hanya sampai usia 35 tahun.

Beberapa teman berusaha menghiburnya dan menganjurkannya untuk mempelajari kitab-kitab Lao Zi (penemu ajaran Taoisme) atau Zhuang Zi (filsuf China kuno 2.500 tahun lalu).

Ia lalu mendengar kisah seorang biksu yang meninggal dalam posisi duduk saat sedang bersenda-gurau dengan beberapa temannya. Usai mendengar kisah itu, sambil menghela nafas ia berkata, “Saya tidak akan berumur panjang, jika bisa meniru apa yang dilakukan biksu tersebut, maka tak ada lagi yang saya sesali.”

Tepat 10 hari sebelum hari H, ia berkeliling mengujungi dan berpamitan dengan sanak saudara serta kerabatnya. Tepat di hari H tersebut, ia mandi dan berbusana rapi, menuju ke sebuah gazebo di luar rumah, menyuruh orang menyapu gazebo tersebut dan menyalakan lilin serta dupa sembahyang.

Saat sedang melakukan persiapan, ia mendadak mati. Para penduduk dan pejabat kota datang mengerumuni rumahnya pasca kejadian itu. Berita itu langsung menyebar di seluruh penjuru kota. Penulis Meng Xi Bi Tan, Shen Kuo mengatakan bahwa Zheng Yifu masih terhitung kerabatnya, maka tidak mengherankan ia bisa menceritakannya dengan rinci.

Mungkin ramalan lotere David Copperfield bukan sulap melainkan semacam kemampuan melihat masa depan? (Li Chunran/The Epoch Times/whs)


sumber

2012era.blogspot.com

BERSEMBUNYI DI BALIK BIMA SAKTI

Galaksi yang menyerupai makhluk kosmis berkaki ini, menampakkan rupa dirinya dalam citra infra merah yang diambil lewat Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) milik NASA. Galaksi spiral indah bernama IC 342 ini kadang disebut juga sebagai “galaksi yang tersembunyi”, karena terselubung di belakang galaksi Bima Sakti kita.

Para pengamat bintang dan astronomer profesional mengalami kesulitan mengamati galaksi ini karena tertutup oleh bintang-bintang terang, debu dan awan gas di galaksi kita. Akan tetapi dengan memakai citra infra merah dari WISE, kita mampu mengamati galaksi ini.

Dalam galaksi spiral seperti IC 342 ini, debu dan gas semua terpusat di bagian lengannya. Kantong gas yang lebih padat memicu pembentukan bintang baru (pada gambar yang berwarna hijau dan kuning). Sedangkan pada inti, yang berwarna merah pada gambar, juga menghasilkan bintang ba-ru yang memanaskan debu galaksi tersebut. Sedangkan bintang yang berwarna kebiruan yang tampak pada gambar terletak di antara galaksi kita dan IC 342.

Galaksi ini menjadi menarik bagi para astronom karena jaraknya yang relatif dekat. Akan tetapi, muncul kesulitan ketika para astronom menentukan seberapa jauh jaraknya dari Bumi. Edwin Hubble, seorang astronom kenamaan Amerika mengira bahwa galaksi tersebut masih termasuk grup lokal galaksi kita. Namun, perkiraan terbaru menempatkan galaksi itu lebih jauh lagi, sekitar 6.6 sampai 11 juta tahun cahaya.

Citra ini didapat dengan memakai keempat detektor infra merah yang diusung oleh WISE. Warna biru dan cyan melambangkan cahaya inframerah dengan panjang gelombang 3.4 dan 4.6 mikron, yang merupakan cahaya utama dari sebuah bintang. Sedangkan warna hijau dan merah merupakan infra merah dengan panjang gelombang 12 dan 22 mikron, yang merupakan emisi utama dari debu yang hangat. (Sciencedaily/den)


sumber

2012era.blogspot.com

MATAHARI TANPA BINTIK : TAHUN PALING KOSONG DALAM ABAD LUAR ANGKASA

Astronom yang menghitung bintik matahari mengumumkan 2008 sebagai “tahun paling sepi” dalam abad luar angkasa.

Terhitung sejak 27 September 2008, permukaan matahari terlihat kosong, tidak ada bintik yang terlihat selama 200 hari dalam tahun tersebut. Untuk menemukan tahun dimana lebih banyak matahari yang kosong, kita harus kembali ke 1954, 3 tahun sebelum diluncurkannya Sputnik (satelit pertama buatan manusia), di mana matahari terlihat kosong sebanyak 241 kali.

“Bintik matahari yang terhitung merupakan yang terendah selama 50 tahun terakhir ini,” kata fisikawan surya NASA Marshall Space Flight Center David Hathaway. “Kita sedang mengalami siklus solar minimum.”

Citra yang diambil oleh Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) pada 27 September 2008 memperlihatkan cakram matahari yang benar-benar bebas dari bintik matahari. Sebagai perbanding-an, dalam citra yang diambil oleh SOHO pada 27 September 2001 menunjukkan permukaan matahari ditaburi oleh bintik-bintik matahari kolosal dengan solar flare keluar di setiap celah-celahnya. Perbedaan ini merupakan siklus 11 tahunan. 2001 merupakan tahun solar maksimum ditandai dengan banyaknya bintik matahari, solar flares, dan badai geomaknetik.

Hathaway mengingatkan bahwa perkembangan baru ini bisa jadi lebih menarik daripada yang sekarang terlihat: “Meskipun tahun 2008 merupakan tahun paling tenang, namun hal itu masih belum apa-apa dibandingkan dengan tahun solar minimum terpanjang di akhir abad-19 dan awal abad-20.” Pada abad itu, terdapat 200 - 300 hari dimana tidak ada bintik matahari yang dilaporkan per tahun.

Beberapa fisikawan surya menjadi terlelap.

“Peristiwa ini memberikan kita kesempatan untuk mempelajari matahari tanpa harus terganggu oleh bintik matahari,” ujar Dean Pesnell dari Goddard Space Flight Center. “Saat ini kita memiliki peralatan terbaik dalam sejarah untuk meng-amati matahari. Terdapat banyak sekali armada tak berpenumpang yang khusus didesain untuk fisika surya — SOHO, Hinode, ACE, STEREO, dan beberapa lainnya. Kita menjadi terikat untuk mempelajari hal baru selama periode solar minimum yang panjang ini.”

Sebagai contoh, ia menjelaskan tentang helioseismologi: “Dengan memonitoring permukaan matahari yang bergetar, para ahli helioseismologi bisa menggali bagian interior matahari dengan cara yang sama ketika para geologis memakai gempa bumi sebagai media untuk mempelajari bagian interior Bumi. Dengan hilangnya bintik matahari, kami mendapatkan pandangan yang lebih baik mengenai angin dibawah permukaan matahari dan dinamo magnetik bagian dalam matahari.”

“Akan tetapi ada suatu hal yang terjadi mengenai radiasi matahari,” tambah Pesnell. “Para peneliti sekarang sedang melihat matahari sebagai matahari paling redup dalam catatan. Perubahan ini kecil, hanya sekian persen, namun signifikan. Pertanyaan tentang apa efek dari redupnya matahari jika berlangsung terus menerus terhadap iklim masih belum terjawab.”

Pesnell merupakan ilmwan proyek Solar Dynamics Observatory (SDO) milik NASA, sebuah pesawat nir-awak yang dilengkapi dengan instrumen untuk mempelajari radiasi dan gelombang helioseismik. Pembangunannya telah selesai dan telah melewati uji getaran pasca peluncuran serta uji thermal. “Kami sudah siap meluncur! Solar minimum merupakan saat yang paling tepat untuk berangkat.”

Secara kebetulan, satelit Ulysses menemukan bahwa permukaan matahari yang kosong ini juga menghasilkan tekanan angin terendah dalam catatan 50 tahun terakhir. Tekanan ini mulai menurun sejak setahun sebelum masuknya periode minimum, jadi masih belum diketahui secara pasti bagaimana kedua fenomena ini berkaitan. Hal ini merupakan suatu misteri lain yang harus diungkap oleh SDO dan misi-misi lainnya.

Siapa yang menduga bahwa matahari yang kosong justru membuatnya makin menarik? (Science Daily/den)

sumber

2012era.blogspot.com

Batu Meteor Bima Habis Dijarah

Liputan6.com, Bima: Benda langit yang jatuh ke bumi memang selalu menarik perhatian warga. Seperti halnya meteor yang jatuh di Bima, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Lubang meteor yang berwarna hitam gemerlap berbentuk segitiga dengan diameter 50 sentimeter, kini nyaris bersih dari warna kehitaman [baca: Meteor Jatuh di Bima].

Ke mana larinya batu meteor berwarna hitam itu Ternyata, benda luar angkasa itu ludes dijarah warga, entah sekadar ingin tahu atau untuk dikoleksi. Lubangnya pun turut melebar menjadi seluas dua meter akibat digali warga. Bagi warga yang tidak kebagian, mereka puas dengan memunguti batu koral di sekitar lokasi.

Batu meteor yang hilang tak bersisa menyebabkan identifikasi semakin sulit dilakukan. Alhasil, tim forensik Kepolisian Resor Kota Bima yang kelimpungan. Padahal, bisa saja kandungan kimia batu meteor itu membahayakan.(AST/ANS)


sumber

2012era.blogspot.com

LEDAKAN DIATAS PULAU BONE SETARA 3 BOM ATOM

Rabu, 11 November 2009
Probabilitas planet mini menubruk bumi, bukanlah sekedar plot dalam film layar lebar, sesuai siaran Metro TV yang ditayangkan situs You Tube, diduga sebuah planet mini pada 8 Oktober pagi meledak di angkasa Pulau Bone yang kekuatan ledakannya setara dengan 3 buah bom atom (Hiroshima).

Sesuai gambar yang ditayangkan Metro TV terlihat di angkasa sebuah bola api yang menyilaukan mata dan terbalut oleh benda berbentuk awan yang kemudian diiringi ledakan dahsyat, sejumlah murid-murid SD di Kecamatan Bone terperanjat bahkan ada yang sampai menangis.

Warga Bone mengatakan kepada Metro TV bahwa mereka melihat sebuah bola api besar meluncur dari langit, kemudian terjadi ledakan hebat dan akhirnya meninggalkan seberkas kabut asap di langit.

Majalah New Scientist berdasarkan laporan observasi NASA menyatakan, planet mini yang berdiameter 5 sampai 10 meter meledak di ketinggian 20 km di atas angkasa Sulawesi Selatan pada 8 Oktober lalu.

Data observasi itu menunjukkan, planet mini tersebut meluncur dengan kecepatan 45.000 meter per jam, bersamaan itu bergesekan dengan atmosfer bumi, kemudian meledak lantaran suhu panas yang melonjak dan melepaskan energi sekitar 50.000 ton bom TNT, setara dengan kekuatan 3 buah bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima-Jepang.

NASA berpendapat, ini semestinya adalah ledakan planet mini terbesar selama ada pencatatan.

Selain itu, laporan ilmuwan Universitas Western Ontario-Kanada menunjukkan, suara ledakan planet mini itu dapat didengar dari stasiun pendeteksi yang terletak 15.000 km jauhnya.

Sejumlah kalangan ilmuwan beranggapan punahnya dinosaurus yang pernah merajai bumi pada zaman dahulu kala lantaran ada planet mini atau komet yang menubruk bumi dan menimbulkan ledakan. Ledakan planet mini di angkasa Indonesia kali ini sekali lagi telah menimbulkan keresahan para ilmuwan yang khawatir kejadian hantaman planet mini barangkali bisa terulang lagi, apalagi kalau diameternya mencapai 20 hingga 30 meter, pasti akan membawa akibat menghancurkan bagi bumi dan umat manusia.

Menurut laporan NASA, kejadian ledakan planet mini seperti di atas angkasa negara kita ini, kira-kira akan terjadi sekali dalam setiap 2 hingga 12 tahun.

Itulah mengapa AS sedang merundingkan dan meneliti sebuah perencanaan, dimana melalui stasiun pendeteksi planet kecil dan program penelitian pendaratan di atas planet mini dan lain-lain, diharapkan dapat menemukan solusi proteksi yang lebih baik bagi bumi kita, agar terhindar dari benturan planet kecil yang bisa berakibat fatal.

Sumber

www.at2012.co.cc

2012 AKANKAH KIAMAT?


Barangkali dengan bakal diputarnya film besar Hollywood "2012" yang pertama pada 13 November dan seiring dengan maraknya siaran iklannya, di seluruh dunia telah bergejolak trend tentang 2012, baik di toko buku maupun di internet, yang paling banyak didiskusikan masyarakat ternyata adalah tema tragis tentang hari kiamat.

Manusia yang tidak peduli dengan tahun 2012 termasuk minoritas, karena bermuara dari respek terhadap alam dan sang Pencipta serta resah akan pengrusakan umat manusia terhadap alam lingkungannya.

Banyak orang mempercayai moderenisasi umat manusia tidak mungkin berlanjut terus tanpa henti seperti sekarang ini, terutama dari kalangan agama banyak membahas mengenai Pengadilan Besar dan Pemusnahan besar-besaran, semuanya meramalkan lantaran hati manusia telah berubah buruk maka umat manusia pada akhir zaman ini bisa menerima hukuman dari Sang Pencipta dan alam semesta yang pada akhirnya mendatangkan bencana pamungkas.

Maka di dalam diskusi para penggemar film, tahun 2012 semakin berwujud riil sedang memasuki kehidupan sehari-hari kita.

Ilmuwan memprediksi pada 2012 bakal terjadi badai matahari dahsyat yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga menimbulkan ancaman bagi seluruh departemen yang mengandalkan medan magnit dan tenaga listrik, padahal kejadian badai kecil di matahari pada hari Halloween 4 November 2003 telah membuat masyarakat merasakan kengeriannya.

Kala itu muncul sinar kutub yang sangat langka di Kalifornia - AS, telekomunikasi seluruh dunia mengalami gangguan, telepon satelit kelautan lumpuh, keakuratan GPS telah anjlok hingga di bawah 50 meter, 500.000 penduduk di Swedia tak memperoleh suplai aliran listrik.

Sesuai dengan kalender orang Maya, pada 21 Desember 2012 matahari akan bergerak ke arah pusat Bima Sakti, ini menandai saat terakhir sejarah umat manusia pada kehidupan kali ini. Kehidupan yang dapat bertahan melewati hari tersebut akan memulai suatu periode yang sama sekali baru.

Orang Maya yang memiliki peradaban iptek tingkat tinggi pada 1521 sekonyong-konyong menghilang secara misterius sebelum invasi orang Spanyol, hingga hari ini para ilmuwan tidak mampu menjelaskan dengan cara apakah mereka pergi dan mengapa harus pergi.

Orang Maya mampu membuat sebuah gambar pemandangan di balik bulan pada relief pintu kuil Dewa Bulan, sisi tersebut selamanya tidak pernah bisa dilihat oleh manusia dari bumi kecuali terbang memasuki antariksa, hal tersebut membuat para pakar antariksa moderen terheran-heran.

Yang berbeda dengan hari kiamat ramalan di masyarakat pada umumnya ialah orang Maya tidak menekankan bahwa hari tersebut adalah pemusnahan besar umat manusia melainkan menekankan bahwa ini adalah sebuah titik tolak baru. Pada 755, seorang pendeta Maya meramalkan: mulai dari 1992, terdapat 2 peristiwa besar: terbukanya kesadaran pemahaman alam semesta dari umat manusia dan pemurnian bumi serta kebangkitannya.

Penelitian terhadap apa yang telah terjadi pada 1992, hanya terdapat berita penting sebagai berikut: pada 13 Mei 1992 master Li Hongzhi pendiri Falun Gong di Chang Chun - China bagian utara menyebarkan Maha Hukum Alam Semesta yang berkultivasi dan berlatih "Sejati - Baik - Sabar".

Falun Gong percaya bahwa jiwa manusia dihasilkan dari alam semesta, adalah dari atas langit turun ke dunia manusia, apabila hendak kembali ke rumah sejatinya, maka manusia harus mencari ke dalam dirinya sendiri dengan berkultivasi (red.: menjadikan sesuatu menjadi lebih baik) dan menempa karakter.

Selain itu Falun Gong juga beranggapan, dewasa ini seluruh alam semesta telah melenceng dari karakter alam semesta, dibutuhkan pembersihan dan pembenahan atas segala unsur yang tidak lurus dan bumi dimurnikan terus hingga ke kondisi semula, keseluruhan proses itu diringkas "Pelurusan Fa (maha hukum alam semesta)".

Master Li Hongzhi yang belum lama ini memperoleh "Penghargaan pemimpin spiritual" tertinggi, pada 1998 pernah mengatakan kepada para muridnya, kiamat yang seperti dikatakan orang-orang adalah tidak eksis, namun manusia yang tidak menjadi orang baik tentu akan menghadapi bahaya. Falun Gong membimbing orang sesuai "Sejati - Baik - Sabar" untuk menjadi orang baik, justru sedang membantu masyarakat memilih masa depan yang Indah.

Sedangkan PKC (Partai Komunis China) menindas Falun Gong, mengubah hati manusia menjadi hati iblis, dimana moral publik semakin menurun, yang dihasilkan ialah bencana yang semakin banyak. Ketika manusia benar-benar mau melepaskan konsepnya dan menggunakan kebajikan hatinya mendengar dengan saksama tatkala para murid Falun Gong menyampaikan klarifikasi fakta, maka manusia ada harapan untuk dapat memasuki masa depan yang Indah. (WANG HUA/The Epoch Times/whs)

Sumber

www.at2012.c0.cc

Pesawat Misi ke Bulan Itu Hilang

Data dari Chandrayaan-I terakhir ditransmisikan pada pukul 12.25 siang.
Minggu, 30 Agustus 2009, 11:10 WIB

Roket pembawa satelit Chandrayaan-1 sukses meluncur di Sriharikota, India (AP Photo/Aijaz Rahi)

India dilaporkan kehilangan pesawat ulang-alik Chandrayaan-I. Para peneliti dan teknisi di badan antariksa Isro kehilangan kontak dengan pesawat antariksa misi pertama India ke bulan ini pada Sabtu 29 Agustus 2009, pukul 1.30 pagi waktu setempat.

Data dari Chandrayaan-I terakhir ditransmisikan pada pukul 12.25 siang ke Jaringan Antariksa India di Byalalu, dekat Bangalore. Direktur Proyek Mylswamy Annadurai mengatakan misi Chandrayaan-I telah berakhir.

Namun juru bicara Isro S Satish mengatakan, pihaknya belum memastikan keadaan Chandrayaan-I. "Hanya saja hingga saat ini kami belum bisa mengirim atau menerima data dari Chandrayaan-I, kami baru dapat menyatakan misi berakhir atau dilanjutkan setelah dapat menganalisa data," tutur Satish di Mumbai seperti dikutip laman Times of India.

Kepala Isro Madhavan Nair mengatakan, pesawat antariksa itu masih dapat diperbaiki. Nair mengatakan Chandrayaan-I telah menyelesaikan 95 persen dari seluruh misi keilmuannya. Chandrayaan-I dijadwalkan mengorbit selama dua tahun, dan diluncurkan pada 22 Oktober tahun lalu.

Selama beberapa bulan terakhir, sejumlah masalah berkaitan dengan Chandrayaan-I muncul. Antara lain masalah temperatur yang menyebabkan sejumlah instrumen tidak berfungsi. Pada 26 April, sensor perbintangan Chandrayaan-I mengalami gangguan sehingga pesawat kehilangan panduan orientasi.


Sumber

www.at2012.co.cc

Makhluk Langka, JERBOA Muncul di China

Kamis, 05 November 2009
Beberapa ekor hewan pengerat yang sangat langka, Jerboa, kemarin menampakkan diri mereka di Gunung Flames (Huoyanshan) di Kota Turpan, Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, China.
Sebagaimana yang diberitakan Xinhua, Kamis (14/5), makhluk langka ini cukup menarik para pengunjung dan penduduk di kawasan tersebut. Pasalnya. Hewan pengerat ini dalam kondisi terancam punah dan masuk daftar merah. Makhluk padang pasir yang aneh ini juga berhasil diabadikan beberapa orang yang melihatnya di lokasi tersebut.


Jerboa yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Euchoreutes naso ini bercirikan kuping panjang dengan bentuk dan ukuran mirip tikus, namun memiliki bentuk tangan dan kaki mirip kanguru serta berekor panjang.

Ilmuwan dari Zoological Society of London (ZSL), Jonathan Baillie menyatakan bahwa panjang dari binatang kecil ini membantu peneliti untuk mempelajari seputar misteri Jerboa. Spesies ini tergolong langka.

Binatang yang sulit ditemukan ini pernah difilmkan dalam padang pasir Gobi selama ekspedisi yang dipimpin oleh Jonathan Bailie. Hingga kini, makhluk ini terbukti masih sulit untuk dipelajari. Sebab, bentuknya kecil, hidupnya di malam hari, dan lingkungan kehidupan padang pasir yang kejam juga dijalaninya sehari-hari.


Jonathan menambahkan binatang Jerboa ini memang menakjubkan. Sedikit rambut di kakinya hampir mirip sepatu salju, yang membantu mereka melimpat diantara gurun. Kemudian telinga mereka yang besar membantu pendengaran mereka menjadi tajam tentang apa yang terjadi di sekitarnya.









Rata-rata panjang tubuh hewan ini mencapai 70 mm (2,8 inchi) hingga 90 mm (3,5 inchi). Sementara panjang ekornya dua kali lipat antara 150 mm (5,9 inchi) hingga 163 mm (6,4 inchi).












sumber

www.at2012.co.cc

TAMBANG REAKTOR NUKLIR DUA MILIAR TAHUN LALU

Selasa, 01 September 2009
Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan Perancis yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama.

Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt.

Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan layout yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.

Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebar luas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!

Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua miliar tahun, setelah adanya bukti data geologi, dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir.

Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia.

Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya.

Hal yang patut membuat orang termenung dalam-dalam ialah bahwa mengapa manusia zaman prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju tidak bisa mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya setumpuk jejak saja. Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini?

Permulaan sebelum dua milyar tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini terdapat peradaban manusia.

Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat berapa banyak peradaban yang demikian ini menuju ke binasaan?

Jika kita abaikan terhadap semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah barang tentu tidak akan mempelajarinya secara mendalam, apalagi menelusuri bahwa mengapa sampai tidak ada kesinambungannya, lebih-lebih untuk mengetahui penyebab dari musnahnya sebuah peradaban itu.

Dan apakah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kita sekarang akan mengulang seperti peradaban beberapa kali sebelumnya? Betulkah penemuan ini, serta mengapa penemuan-penemuan peradaban prasejarah ini dengan teknologi manusia masa kini begitu mirip? Semua masalah ini patut kita renungkan dalam-dalam.

Asal Peradaban Prasejarah

Penemuan reaktor nuklir di Gabon, harus diakui merupakan keunggulan peradaban prasejarah. Pertanyaannya, siapa yang membangun peraban tinggi itu? Saat ini terdapat dua penafsiran dari para ilmuwan mengenai pertanyaan ini.

Pertama adalah peradaban itu merupakan peninggalan makhluk angkasa luar yang melakukan penyelidikan di bumi, dan yang kedua adalah sebelum peradaban manusia masa sekarang, pernah ada keunggulan peradaban prasejarah manusia yang bertaraf tinggi.

Karena semakin banyak orang yang percaya dengan penafsiran kedua, maka ada ilmuwan yang mengusulkan diadakannya diskusi mengenai teori peradaban bumi.

Arkeolog biologi berpendapat bahwa selama 4,5 miliar tahun munculnya bumi hingga hari ini, sudah mengalami 5 kali kepunahan yang dahsyat, musnah dan terbentuk kembali, berputar dan kemudian memulai lagi, hingga pada kepunahan dahsyat yang terakhir yang terjadi 65 juta tahun lalu.

Ada yang menarik kesimpulan berdasarkan hal tersebut di atas, bahwa 2 miliar tahun yang lalu di bumi pernah ada peradaban tingkat tinggi. Namun malang, karena mengalami kepunahan akibat sebuah perang nuklir yang hebat atau perubahan bencana alam yang dahsyat.

Perubahan dunia pada ratusan juta tahun yang lalu telah membawa serta semua peninggalan peradaban, dan hanya menyisakan segelintir peninggalan benda-benda purbakala, yang sekarang menjadi sebuah teka-teki tak terpecahkan oleh manusia.

Ada juga yang berpendapat bahwa punahnya peradaban prasejarah manusia yang bertaraf tinggi, dikarenakan perubahan berskala besar pada iklim bumi. Atau dikarenakan kehilangan kestabilan gaya tarik bumi.

Di saat sistem tata surya bergerak pada posisi tertentu di ruang orbit bumi, maka secara periodik akan muncul iklim yang tidak serasi dengan kehidupan manusia di bumi. Pada 65 juta tahun yang lampau, musnahnya dinosaurus oleh karena hal tersebut di atas adalah merupakan sebuah contoh.

Perubahan iklim secara berkala di bumi ini, mengatur siklus awal dan evolusi makhluk berinteligensi tinggi. Tentu saja, semua ini hanya merupakan pandangan dari sebuah versi atau beberapa penafsiran saja, sedangkan mengenai misteri peradaban prasejarah, kita perlu lebih serius lagi untuk menyelaminya.

sumber

www.at2012.co.cc

Adolf Hitler Bersembunyi Di Sumbawa Indonesia

Selasa, 25 Agustus 2009
Jika saja ada yang rajin menyimpan klipingan artikel harian “Pikiran Rakyat” sekitar tahun 1983, tentu akan menemukan tulisan dokter Sosrohusodo mengenai pengalamannya bertemu dengan seorang dokter tua asal Jerman bernama Poch di pulau Sumbawa Besar pada tahun 1960. Dokter tua itu kebetulan memimpin sebuah rumah sakit besar di pulau tersebut.

Tapi bukan karena mengupas kerja dokter Poch, jika kemudian artikel itu menarik perhatian banyak orang, bahkan komentar sinis dan cacian! Namun kesimpulan akhir artikel itulah yang membuat banyak orang mengerutkan kening. Sebab dengan beraninya Sosro mengatakan bahwa dokter tua asal Jerman yang pernah berbincang-bincang dengannya, tidak lain adalah Adolf Hitler, mantan diktator Jerman yang super terkenal karena telah membawa dunia pada Perang Dunia II!

Beberapa “bukti” diajukannya, antara lain dokter Jerman tersebut cara berjalannya sudah tidak normal lagi, kaki kirinya diseret. Tangan kirinya selalu gemetar. Kumisnya dipotong persis seperti gaya aktor Charlie Chaplin, dengan kepala plontos. Kondisi itu memang menjadi ciri khas Hitler pada masa tuanya, seperti dapat dilihat sendiri pada buku-buku yang menceritakan tentang biografi Adolf Hitler (terutama saat-saat terakhir kejayaannya), atau pengakuan Sturmbannführer Heinz Linge, bekas salah seorang pembantu dekat sang Führer. Dan masih banyak “bukti” lain yang dikemukakan oleh dokter Sosro untuk mendukung dugaannya.

Keyakinan Sosro yang dibangunnya dari sejak tahun 1990-an itu hingga kini tetap tidak berubah. Bahkan ia merasa semakin kuat setelah mendapatkan bukti lain yang mendukung ‘penemuannya’. “Semakin saya ditentang, akan semakin keras saya bekerja untuk menemukan bukti-bukti lain,” kata lelaki yang lahir pada tahun 1929 di Gundih, Jawa Tengah ini ketika ditemui di kediamannya di Bandung.

Andai saja benar dr. Poch dan istrinya adalah Hitler yang tengah melakukan pelarian bersama Eva Braun, maka ketika Sosro berbincang dengannya, pemimpin Nazi itu sudah berusia 71 tahun, sebab sejarah mencatat bahwa Adolf Hitler dilahirkan tanggal 20 April 1889. “Dokter Poch itu amat misterius. Ia tidak memiliki ijazah kedokteran secuilpun, dan sepertinya tidak menguasai masalah medis,” kata Sosro, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang sempat bertugas di pulau Sumbawa Besar ketika masih menjadi petugas kapal rumah sakit Hope.

Sebenarnya, tumbuhnya keyakinan pada diri Sosro mengenai Hitler di pulau Sumbawa Besar bersama istrinya Eva Braun, tidaklah suatu kesengajaan. Ketika bertugas di pulau tersebut dan bertemu dengan seorang dokter tua asal Jerman, yang ada pada benak Sosro baru tahap kecurigaan saja.

Meskipun begitu, ia menyimpan beberapa catatan mengenai sejumlah “kunci” yang ternyata banyak membantu. Perhatiannya terhadap literatur tentang Hitler pun menjadi kian besar, dan setiap melihat potret tokoh tersebut, semakin yakin Sosro bahwa dialah orang tua itu, orang tua yang sama yang bertemu dengannya di sebuah pulau kecil d Indonesia!

Ketidaksengajaan itu terjadi pada tahun 1960, berarti sudah dua puluh tahun lebih ia meninggalkan pulau Sumbawa Besar.

Suatu saat, seorang keponakannya membawa majalah Zaman edisi no.15 tahun 1980. Di majalah itu terdapat artikel yang ditulis oleh Heinz Linge, bekas pembantu dekat Hitler, yang berjudul “Kisah Nyata Dari Hari-Hari Terakhir Seorang Diktator”, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Try Budi Satria.

Pada halaman 59, Linge mula-mula menceritakan mengenai bunuh diri Hitler dan Eva Braun, serta cara-cara membakar diri yang kurang masuk di akal. Kemudian Linge membeberkan keadaan Hitler pada waktu itu.

“Beberapa alinea dalam tulisan itu membuat jantung saya berdetak keras, seperti menyadarkan saya kembali. Sebab di situ ada ciri-ciri Hitler yang juga saya temukan pada diri si dokter tua Jerman. Apalagi setelah saya membaca buku biografi ‘Hitler’. Semuanya ada kesamaan,” ungkap ayah empat anak ini.

Heinz Linge menulis, “beberapa orang di Jerman mengetahui bahwa Führer sejak saat itu kalau berjalan maka dia menyeret kakinya, yaitu kaki kiri. Penglihatannya pun sudah mulai kurang terang serta rambutnya hampir sama sekali tidak tumbuh... kemudian, ketika perang semakin menghebat dan Jerman mulai terdesak, Hitler menderita kejang urat.”

Linge melanjutkan, “di samping itu, tangan kirinya pun mulai gemetar pada waktu kira-kira pertempuran di Stalingrad (1942-1943) yang tidak membawa keberuntungan bagi bangsa Jerman, dan ia mendapat kesukaran untuk mengatasi tangannya yang gemetar itu.” Pada akhir artikel, Linge menulis, “tetapi aku bersyukur bahwa mayat dan kuburan Hitler tidak pernah ditemukan.”

Lalu Sosro mengenang kembali beberapa dialog dia dengan “Hitler”, saat Sosro berkunjung ke rumah dr. Poch. Saat ditanya tentang pemerintahan Hitler, kata Sosro, dokter tua itu memujinya. Demikian pula dia menganggap bahwa tidak ada apa-apa di kamp Auschwitz, tempat ‘pembantaian’ orang-orang Yahudi yang terkenal karena banyak film propaganda Amerika yang menyebutkannya.

“Ketika saya tanya tentang kematian Hitler, dia menjawab bahwa dia tidak tahu sebab pada waktu itu seluruh kota Berlin dalam keadaan kacau balau, dan setiap orang berusaha untuk lari menyelamatkan diri masing-masing,” tutur Sosrohusodo.

Di sela-sela obrolan, dr. Poch mengeluh tentang tangannya yang gemetar. Kemudian Sosro memeriksa saraf ulnarisnya. Ternyata tidak ada kelainan, demikian pula tenggorokannya. Ketika itu, ia berkesimpulan bahwa kemungkinan “Hitler” hanya menderita parkisonisme saja, melihat usianya yang sudah lanjut.

Yang membuat Sosro terkejut, dugaannya bahwa sang dokter mungkin terkena trauma psikis ternyata diiyakan oleh dr. Poch! Ketika disusul dengan pertanyaan sejak kapan penyakit itu bersarang, Poch malah bertanya kepada istrinya dalam bahasa Jerman.

“Itu kan terjadi sewaktu tentara Jerman kalah perang di Moskow. Ketika itu Goebbels memberi tahu kamu, dan kamu memukul-mukul meja,” ucap istrinya seperti ditirukan oleh Sosro. Apakah yang dimaksud dengan Goebbels adalah Joseph Goebbels, Menteri Propaganda Jerman yang terkenal setia dan dekat dengan Hitler? Istrinya juga beberapa kali memanggil dr. Poch dengan sebutan “Dolf”, yang mungkin merupakan kependekan dari Adolf!

Setelah memperoleh cemoohan sana-sini sehubungan dengan artikelnya, tekad Sosrohusodo untuk menuntaskan masalah ini semakin menggebu. Ia mengaku bahwa kemudian memperoleh informasi dari pulau Sumbawa Besar bahwa Poch sudah meninggal di Surabaya. Beberapa waktu sebelum meninggal, istrinya pulang ke Jerman. Poch sendiri konon menikah lagi dengan nyonya S, wanita Sunda asal Bandung, karyawan di kantor pemerintahan di pulau Sumbawa Besar!

Untuk menemukan alamat nyonya S yang sudah kembali lagi ke Bandung, Sosro mengakui bukanlah hal yang mudah. Namun akhirnya ada juga orang yang memberitahu. Ternyata, ia tinggal di kawasan Babakan Ciamis! Semula nyonya S tidak begitu terbuka tentang persoalan ini. Namun karena terus dibujuk, sedikit demi sedikit mau juga nyonya S berterus terang.

Begitu juga dengan dokumen-dokumen tertulis peninggalan suaminya kemudian diserahkan kepada Sosrohusodo, termasuk foto saat pernikahan mereka, plus rebewes (SIM) milik dr. Poch yang ada cap jempolnya. Dari nyonya S diketahui bahwa dr. Poch meninggal tanggal 15 Januari 1970 pukul 19.30 pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya akibat serangan jantung. Keesokan harinya dia dimakamkan di desa Ngagel.

Dalam salah satu dokumen tertulis, diakuinya bahwa ada yang amat menarik dan mendukung keyakinannya selama ini. Pada buku catatan ukuran saku yang sudah lusuh itu, terdapat alamat ratusan orang-orang asing yang tinggal di berbagai negara di dunia, juga coretan-coretan yang sulit dibaca. Di bagian lainnya, terdapat tulisan steno. Semuanya berbahasa Jerman. Meskipun tidak ada nama yang menunjukkan kepemilikan, tapi diyakini kalau buku itu milik suami nyonya S.

Di sampul dalam terdapat kode J.R. KepaD no.35637 dan 35638, dengan masing-masing nomor itu ditandai dengan lambang biologis laki-laki dan wanita. “Jadi kemungkinan besar, buku itu milik kedua orang tersebut, yang saya yakini sebagai Hitler dan Eva Braun,” tegasnya dengan suara yang agak parau.

Negara yang tertulis pada alamat ratusan orang itu antara lain Pakistan, Tibet, Argentina, Afrika Selatan, dan Italia. Salah satu halamannya ada tulisan yang kalau diterjemahkan berarti : Organisasi Pelarian. Tuan Oppenheim pengganti nyonya Krüger. Roma, Jl. Sardegna 79a/1. Ongkos-ongkos untuk perjalanan ke Amerika Selatan (Argentina).

Lalu, ada pula satu nama dalam buku saku tersebut yang sering disebut-sebut dalam sejarah pelarian orang-orang Nazi, yaitu Prof. Dr. Draganowitch, atau ditulis pula Draganovic. Di bawah nama Draganovic tertulis Delegation Argentina da imigration Europa – Genua val albaro 38. secara terpisah di bawahnya lagi tertera tulisan Vatikan. Di halaman lain disebutkan, Draganovic Kroasia, Roma via Tomacelli 132.

Majalah Intisari terbitan bulan Oktober 1983, ketika membahas Klaus Barbie alias Klaus Altmann bekas polisi rahasia Jerman zaman Nazi, menyebutkan alamat tentang Val Albaro. Disebutkan pula bahwa Draganovic memang memiliki hubungan dekat dengan Vatikan Roma. Profesor inilah yang membantu pelarian Klaus Barbie dari Jerman ke Argentina. Pada tahun 1983 Klaus diekstradisi dari Bolivia ke Prancis, negara yang menjatuhkan hukuman mati terhadapnya pada tahun 1947.

“Masih banyak alamat dalam buku ini, yang belum seluruhnya saya ketahui relevansinya dengan gerakan Nazi. Saya juga sangat berhati-hati tentang hal ini, sebab menyangkut negara-negara lain. Saya masih harus bekerja keras menemukan semuanya. Saya yakin kalau nama-nama yang tertera dalam buku kecil ini adalah para pelarian Nazi!” tandasnya.

Mengenai tulisan steno, diakuinya kalau ia menghadapi kesulitan dalam menterjemahkannya ke dalam bahasa atau tulisan biasa. Ketika meminta bantuan ke penerbit buku steno di Jerman, diperoleh jawaban bahwa steno yang dilampirkan dalam surat itu adalah steno Jerman “kuno” sistem Gabelsberger dan sudah lebih dari 60 tahun tidak digunakan lagi sehingga sulit untuk diterjemahkan.

Tetapi penerbit berjanji akan mencarikan orang yang ahli pada steno Gabelsberger. Beberapa waktu lamanya, datang jawaban dari Jerman dengan terjemahan steno ke dalam bahasa Jerman. Sosrohusodo menterjemahkannya kembali ke dalam bahasa Indonesia. Judul catatan dalam bentuk steno itu, kurang lebih berarti “keterangan singkat tentang pengejaran perorangan oleh Sekutu dan penguasa setempat pada tahun 1946 di Salzburg”. Kota ini terdapat di Austria.

Di dalamnya berkisah tentang “kami berdua, istri saya dan saya pada tahun 1945 di Salzburg”. Tidak disebutkan siapakah ‘kami berdua’ di situ. Dua insan tersebut, kata catatan itu, dikejar-kejar antara lain oleh CIC (dinas rahasia Amerika Serikat). Pada pokoknya, menggambarkan penderitaan sepasang manusia yang dikejar-kejar oleh pihak keamanan.

Di dalamnya juga terdapat singkatan-singkatan yang ditulis oleh huruf besar, yang kalau diurut akan menunjukkan rute pelarian keduanya, yaitu B, S, G, J, B, S, R. “Cara menyingkat seperti ini merupakan kebiasaan Hitler dalam membuat catatan, seperti yang pernah saya baca dalam literatur yang lainnya,” Sosrohusodo memberikan alasan.

Dari singkatan-singkatan itu, lalu Sosro mencoba untuk mengartikannya, yang kemudian dikaitkan dengan rute pelarian. Pelarian dimulai dari B yang berarti Berlin, lalu S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Beograd), S (Sarajevo) dan R (Roma). Tentang Roma, Sosro menjelaskan bahwa itu adalah kota terakhir di Eropa yang menjadi tempat pelariannya. Setelah itu mereka keluar dari benua tersebut menuju ke suatu tempat, yang tidak lain tidak bukan adalah pulau Sumbawa Besar di Nusantara tercinta!

Ia mengutip salah satu tulisan dalam steno tadi : “Pada hari pertama di bulan Desember, kami harus pergi ke R untuk menerima suatu surat paspor, dan kemudian kami berhasil meninggalkan Eropa”. Ini, kata Sosro, sesuai dengan data pada paspor dr. Poch yang menyebutkan bahwa paspor bernomor 2624/51 diberikan di Rom (tanpa huruf akhir A)”. Di buku catatan berisi ratusan alamat itu, nama Dragonic dikaitkan dengan Roma, begitulah Sosro memberikan alasan lainnya.

Lalu mengenai Berlin dan Salzburg, diterangkannya dengan mengutip majalah Zaman edisi 14 Mei 1984. Dikatakan bahwa sejarah telah mencatat peristiwa jatuhnya pesawat yang membawa surat-surat rahasia Hitler yang jatuh di sekitar Jerman Timur pada tahun 1945. “Ini juga menunjukkan rute pelarian mereka,” katanya lagi.

Lalu bagaimana komentar nyonya S yang disebut-sebut Sosro sebagai istri kedua dr. Poch? Konon ia pernah berterus terang kepada Sosro. Suatu hari suaminya mencukur kumis mirip kumis Hitler, kemudian nyonya S mempertanyakannya, yang kemudian diiyakan bahwa dirinya adalah Hitler. “Tapi jangan bilang sama siapa-siapa,” begitu Sosro mengutip ucapan nyonya S.

Membaca dan menyimak ulasan dr. Sosrohusodo, sekilas seperti ada saling kait mengkait antara satu dengan yang lainnya. Namun masih banyak pertanyaan yang harus diajukan kepada Sosro, dengan tidak bermaksud meremehkan pendapat pribadinya berkaitan dengan Hitler, sebab mengemukakan pendapat adalah hak setiap warga negara.

Bahkan Sosrohusodo sudah membuat semacam diktat yang memaparkan pendapatnya tentang Hitler, dilengkapi dengan sejumlah foto yang didapatnya dari nyonya S. Selain itu, isinya juga mengisahkan tentang pengalaman sejak dia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia hingga bertugas di Bima, Kupang, dan Sumbawa Besar. Ia juga telah mengajukan hasil karyanya ke berbagai pihak, namun belum ada tanggapan. “Padahal tidak ada maksud apa-apa di balik kerja saya ini, hanya ingin menunjukkan bahwa Hitler mati di Indonesia,” katanya mantap.

Bukan hanya Sosro yang mempunyai teori tentang pelarian Hitler dari Jerman ke tempat lain, tapi beberapa orang di dunia ini pernah mengungkapkannya dalam media massa. Peluang untuk berteori seperti itu memang ada, sebab ketika pemimpin Nazi tersebut diduga mati bersama Eva Braun tahun 1945, tidak ditemukan bukti utama berupa jenazah!

Adalah tugas para pakar dalam bidang ini untuk mencoba mengungkap segala sesuatunya, termasuk keabsahan dokumen yang dimiliki oleh Sosrohusodo, nyonya S, atau makam di Ngagel yang disebut sebagai tempat bersemayamnya dr. Poch.

Mungkin para ahli forensik dapat menjelaskannya lewat penelitian terhadap tulang-tulang jenazahnya. Semua itu tentu berpulang pada kemauan baik semua pihak...


Oleh : Alif Rafik Khan

http://alifrafikkhan.blogspot.com/2009/04/adolf-hitler-lari-dan-mati-di-indonesia.html

Orang Bati Mahkluk Misterius Pulau Seram

Di Pulau Seram, Ambon, menurut legenda masyarakat setempat, hiduplah seekor makhluk misterius yang tinggal di gunung di wilayah Kairatu. Tubuhnya seperti manusia, bersayap dan suka menculik anak kecil pada malam hari untuk disantap itu. Makhluk itu bernama Orang Bati.

Sebenarnya sudah sejak dua bulan yang lalu ketika saya diminta untuk menulis mengenai monster-monster dari Indonesia. Baru-baru ini ketika saya kembali diminta untuk menulis kisah misteri di Indonesia, saya teringat dengan permintaan awal itu.
Tahukah anda bahwa sesungguhnya sangat sulit menulis mengenai misteri dari Indonesia, terutama mengenai monster-monsternya ? Saya akan jelaskan sebabnya.

Apabila di Amerika ditemukan anjing aneh seperti Shunka Warak'in yang pernah saya tulis mengenainya sebelumnya, maka penduduk Amerika akan menyebutnya anjing jenis baru atau anjing purba yang masih bertahan hidup. Namun apabila anjing seperti itu ditemukan di Indonesia, maka penduduk akan menyebutnya Anjing jelmaan siluman.
Di Indonesia, semua makhluk yang aneh dan misterius selalu dikaitkan dengan manifestasi roh jahat. Saya tidak memungkiri adanya makhluk jelmaan setan atau manifestasi dari Ilmu hitam seperti Jenglot, Tapi penyamarataan ini mengakibatkan makhluk cryptid Indonesia menjadi tidak terdokumentasi dan terlupakan.

Jadi saya mengalami kesulitan untuk menemukan monster-monster Indonesia yang benar-benar diakui sebagai Cryptid oleh komunitas internasional.
Menurut saya, mungkin fenomena ini bukan saja karena budaya tahayul yang mengakar kuat di Indonesia, namun mungkin karena belum ada ahli Cryptozoology asal Indonesia (atau mungkin sudah ada, hanya saya yang tidak tahu). Padahal dari Sabang sampai Merauke, saya yakin masih banyak Cryptid yang menunggu untuk ditemukan.

Untungnya ada beberapa peneliti Internasional yang tertarik dengan makhluk-makhluk misterius Indonesia. Mereka yang cenderung lebih rasional mengkaitkan makhluk-makhluk ini dengan Cryptozoology, bukan dengan hal-hal yang berbau mistis.
Contohnya, Cryptid Indonesia yang paling ternama di dunia adalah makhluk yang bernama "Orang Pendek", makhluk pendek berbadan monyet yang hidup di propinsi Jambi. Orang Pendek masuk ke dalam jajaran Cryptid kelas dunia karena jasa satu orang, Deborah Martyr, seorang Inggris.

Selain Orang Pendek, ada juga Cryptid Indonesia yang disebut Orang Gadang, Bigfootnya Indonesia yang dipercaya hidup di Sumatera. Sekali lagi, Orang Gadang go international karena jasa seorang Belanda bernama KW Dammerman.

Ada juga Orang Gugu, yang kadang dianggap sama dengan Orang Pendek. Orang Gugu Go Internasional karena jasa dua orang Inggris. Pertama William Marsden yang menceritakan kisah ini dalam bukunya "The History Of Sumatera". Dan yang kedua Benedict Allen yang menulisnya dalam buku berjudul "Hunting the gugu : In search of the lost ape-men of Sumatera".

Namun, bagaimanapun juga, informasi mengenai makhluk-makhluk diatas sangat minim.
Anyway, bagaimanapun juga, akhirnya saya memutuskan juga untuk menulis mengenai monster-monster Indonesia seperti permintaan beberapa orang, namun tetap dalam garis Cryptozoology.

Monster yang ingin saya ceritakan kali ini adalah Orang Bati. Kisah Orang Bati mendapat perhatian Internasional setelah seorang bernama Karl Shuker (orang asing juga) menuangkan kisahnya dalam buku yang berjudul "Is Batman alive and well and living on the island of seram?".

Monster ini sering dikaitkan dengan Mothman. Apabila Karl Shuker menyebutnya Batman, maka beberapa peneliti lainnya menyebut makhluk ini Mothman Indonesia. Begini kisahnya :

Di Pulau Seram, Ambon, Sejak abad ke-15, para penduduk melaporkan adanya makhluk misterius yang hidup di gua-gua di gunung api non aktif di Kairatu. Makhluk itu disebut memiliki badan seperti manusia dan memiliki sayap. Kebiasaannya adalah menculik anak kecil pada malam hari untuk makan malamnya. Mereka menyebutnya Orang Bati.

Menurut deskripsi para penduduk, Orang Bati memiliki tinggi badan sekitar 1,6 meter, bersayap hitam, berkulit merah dan memiliki ekor kecil yang panjang. Nama Orang Bati sendiri berarti "Orang bersayap".
Kisah Orang Bati bertahan selama berabad-abad diantara penduduk lokal hingga kemudian diceritakan kepada para Misionaris Kristen yang datang ke Pulau itu.

Pada tahun 1987, Seorang misionaris Inggris yang bernama Tyson Hughes memulai pekerjaannya tinggal selama 18 bulan di Maluku untuk mengajarkan kepada penduduk cara bercocok tanam yang efisien. Para penduduk kemudian menceritakan kisah Orang Bati kepada Mr Hughes. Tentu saja, Mr Hughes skeptis, hingga akhirnya ia sendiri mengaku berjumpa dengan makhluk itu.

Sayang, saya tidak menemukan informasi lebih lanjut mengenai detail perjumpaan itu.

Beberapa ahli Cryptozoology percaya bahwa Orang Bati adalah Pterodactyl yang masih hidup pada abad modern ini. Namun teori yang paling populer adalah teori Kelelawar raksasa. Kemungkinan para penduduk melihat seekor kelelawar raksasa pemakan monyet dan salah mengidentifikasikannya. Teori kelelawar raksasa juga sering dikaitkan dengan Mothman di Amerika.

Sekali lagi, Tidak ada bukti fisik yang menunjukkan bahwa makhluk ini pernah hidup di Pulau Seram. Namun entah mengapa, legenda ini terus hidup selama berabad-abad. Tapi saya tidak terlalu heran. Kitapun tidak memiliki bukti fisik Nessie dari Lochness, Bigfoot atau Mothman dari Amerika.
Apabila ada orang yang membaca tulisan ini yang berasal dari pulau Seram yang dapat memberikan informasi yang lebih lengkap, maka saya akan sangat senang sekali.

sumber

www.at2012.co.cc

Tangan Tuhan Terekam Teleskop NASA

Selasa, 09 Juni 2009
Pengamat NASA, Chandra yang berada 360 mil di atas bumi menangkap gambar yang luar biasa. Foto sinar X itu disebut sebagai Tangan Tuhan.

Chandra mengambil foto lokasi berenergi tinggi di seluruh jagad raya termasuk sisa-sisa ledakan bintang. Foto nebula dalam bentuk sinar X yang dihasilkan pulsar B1509 sekitar 17.000 tahun cahaya itu disebut sebagai Tangan Tuhan.

Cahaya merah emas yang ditangkap Chandra berasal dari awan gas dari tetangganya yang mendapat energi dari badai elektron dan ion yang dilempar dari pulsar.

Bintang netron itu berputar dan terus mengeluarkan energinya saat berputar. Meskipun pulsar itu sendiri hanya berdiameter 12 mil, tapi awan atau nebula menimbulkan pendar sejauh 150 tahun cahaya.

NASA memperkirakan obyek seperti itu berputar tujuh kali dalam sedetik. Bintang neutron terbentuk saat bintang kehabisan bahan bakar dan meledak.

Sumber: Inilah.com

[Ancient Hi-Tech]Buku Manual Sex tertua di bumi diciptakan oleh makhluk luar angkasa?

Buku Manual Sex ternyata sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu di Negeri Cina semasa pemerintahan Kaisar Kuning Huang-Ti yang legendaris (2697-2598 B.C.).
Huang-Ti dikenal sebagai pendiri Negeri Cina dan di bawah pemerintahannya pertanian dan industri sutra berkembang sangat pesat. Selain itu Huang-Ti memiliki 3 orang penasihat sex wanita yaitu : Gadis Daratan (Su-nui), Gadis Misteri (Shuen-nui), dan Gadis Panen (Tsai-nui), serta seorang dokter sex lelaki, Pong Tsu. Percakapan mereka (pertanyaan dan jawaban) dikumpulkan dalam sebuah buku yang berjudul Su-Nui Ching. Buku ini telah menjadi kitab suci sex dan petunjuk kesehatan bagi banyak generasi setelahnya.
Kaisar Huang-Ti juga dikenal sebagai penemu cara membuat baju, kapal, kendaraan, rumah, istana, dll. Selain itu di masa pemerintahannya juga ditemukan berbagai instrumen musik, sistem kalender, perhitungan matematika, karakter huruf Cina.

Huang-Ti : The Sons of Heaven
Catatan kuno Cina menyebutkan Huang-Ti sebagai seseorang yang menakjubkan, bijaksana dan peramah, "The Sons of Heaven" (istilah ini kemudian dipakai juga sebagai gelar kaisar-kaisar Cina generasi selanjutnya), telah melakukan banyak hal untuk penghuni lembah sungai Huang He. Sebelum kehadirannya di bumi, didahului oleh fenomena di angkasa yang familiar, sebagaimana kemunculan makhluk/benda-benda yang dipercaya sebagai makhluk luar angkasa, yaitu pancaran sinar dari bintang Chi dan rasi bintang Ursa Mayor.
Agama Pra-Buddha Tibet yang sangat kuno menyebutkan bagaimana "teman kebaikan" ini muncul di bumi : "....telur, diciptakan dengan kekuatan magis dari Dewa Sa dan Bal, keluar akibat beratnya sendiri dari dada takdir di langit yang kosong. Kulitnya menjadi baju baja untuk bertahan....selubung dalam menjadi benteng bagi siapa yang di dalamnya.... Dari pusat telur muncul sesosok manusia, pemilik kekuatan magis..."
Dari semua kaisar Cina yang memakai gelar "Sons of Heaven", Huang-Ti lah yang meninggalkan jejak terbanyak dalam mitologi Cina. Dialah yang pertama kali muncul di lembah Sungai Huang He.

Huang-Ti dan Ciptaan-ciptaannya
Huang-Ti sangatlah berbeda dengan semua pahlawan-pahlawan kuno lainnya. Dia tidak memberikan penerangan pada orang-orang, dia tidak membutuhkan pemujaan. Huang-Ti dan pembantu-pembantunya adalah makhluk yang sangat rasional. Tetapi mereka juga mengajarkan banyak hal pada orang-orang, seperti metode kesehatan tusuk jarum, dan ilmu-ilmu lainnya. Meskipun begitu, hal yang paling penting bagi mereka adalah urusan mereka sendiri. Dan kebanyakan mereka berurusan dengan penciptaan peralatan2 yang sangat kompleks dan tidak dimengerti (oleh manusia jaman sekarang).

12 Cermin Raksasa
Mr. Krapiva, seorang peneliti Ukrainia dalam bidang fenomena ganjil, dalam bukunya UFOs: A Hovering Enigma of History (Odessa, 1991), menyebutkan Huang-Ti telah menciptakan 12 cermin raksasa dengan sifat yang tidak diketahui, yang digunakan untuk "mengikuti bulan". Untuk apakah Huang-Ti "mengikuti bulan" ?

Tripod-tripod
Selain itu Huang-Ti juga menciptakan tripod-tripod yang ajaib yang diduga digunakan untuk komunikasi jarak jauh karena lokasi-lokasinya yang dipilih menunjuk ke bintang Syuan Yuan. Dari bintang itulah diceritakan oleh catatan-catatan kuno Cina darimana Huang-Ti berasal. Bintang ini adalah bintang Regulus pada Rasi bintang Leo. Keistimeaan tripod-tripod ini adalah kemampuannya untuk menyimpan pengetahuan dan data, mengetahui tanda-tanda baik dan tidak baik, mengetahui sesuatu yang masih ada dan yang sudah hilang, dapat berdiam diri, dapat berjalan-jalan, dapat menjadi berat atau ringan (dengan memanipulasi gaya gravitasi?).

Bintang Alpha Leo (Regulus) yang bersinar terang di malam hari

Mesin Chi Yuan (robot ???)
Huang-Ti dan pembantu-pembantunya bekerja untuk membangun wilayah Cina bagian utara, sementara daerah Cina selatan diceritakan dibangun oleh entitas dengan sifat-sifat yang sulit dipahami, apakah mereka makhluk hidup, mesin yang bekerja otomatis atau mesin yang dikontrol makhluk hidup?
Sumber-sumber kuno menyebut mereka dengan nama "Chi Yu dan saudara2 laki2nya". Chi Yu diceritakan memiliki 4 mata dan 6 lengan. Yang paling aneh adalah kepalanya, terbuat dari tembaga dan dahinya dari suatu jenis logam, serta trident sebagai pengganti telinganya. Menurut legenda lokal, kepalanya dipotong dari badannya dan dikubur secara terpisah, bertahun-tahun kemudian kuburan kepalanya mengeluarkan panas dan kadang-kadang uap panas kemerahan menyerupai asap keluar dari kuburan, dan penduduk lokal menyembahnya (Five Books of Huang-Ti).
Chi Yu dapat berjalan di medan yang terjal dan dapat terbang. Dia menyukai makanan berupa " batu dan pasir" untuk memperoleh energi. Apakah batu dan pasir ini memacam bijih tambang seperi batubara???

Naga Chang Huan (pesawat ruang angkasa dengan teori relativitas???)
Sumber-sumber Tao menyatakan bahwa 100 tahun setelah memerintah Huang-Ti kembali ke bintang tempat asalnya, bintang Syuan Yuan, bintang yang sama yang ditunjuk oleh tripod-tripod. Lukisan kuno Cina menunjukkan bintang Syuan Yuan sebagai konstelasi bintang Leo dengan bintangnya yang paling terang yaitu Alpha Leo, Regulus. Penelitian modern menunjukkan pada sistem bintang regulus tersebut ditemukan sumber gelombang radio dengan pita gelombang yang serupa dengan yang dipancarkan oleh bumi.
Selain itu kendaraan Huang-Ti digambarkan juga sebagai halilintar, dengan drum-drum yang panjang, masing-masing drum dibagi menjadi 4 bagian. Salah seorang pembantu Huang-Ti disebutkan sebagai Pangeran Guntur (navigator atau pilot?). Huang-Ti dapat menjelajah angkasa dengan kecepatan yang sangat tinggi menggunakan kendaraannya.
Dia memiliki naga (kendaraan?) yang bernama Chang Huan, yang dapat mengantarnya ke matahari. Catatan-catatan kuno menyebutkan kendaraan-kendaraan ini berasal dari tempat di mana matahari-matahari dilahirkan dan usianya sangat tua (lebih dari 3000 tahun lalu). Diceritakan juga kecepatannya yang sangat tinggi menimbulkan efek perubahan waktu dan menunda penuaan makhluk di dalamnya (teori relativitas waktu sudah ada pada jaman Huang-Ti !!!). Biografi Huang-Ti menyebukan Chang Huan dapat menempuh jarak yang sangat jauh per harinya dan orang di dalamnya dapat mencapai umur 2000 tahun (relativitas waktu lagi !!!)
Bagi orang mesir kuno, Rasi bintang Leo merupakan rumah matahari, tempat munculnya matahari setelah diciptakan.

Rasi bintang Leo

Teori Relatifitas menyebutkan bahwa dua pengamat yang bergerak relatif terhadap masing-masing akan mendapatkan waktu dan interval ruang yang berbeda untuk kejadian yang sama, namun isi hukum fisika akan terlihat sama oleh keduanya. Jadi bila seseorang bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi dia akan terlihat menempuh waktu yang lama dari sisi pengamat yang diam sedangkan bagi orang yang bergerak dia merasa menempuh waktu yang pendek.


salah satu gambar mukanya Huang-Ti